Bupati Intan Jaya: Saya Jatuh Bangun Berupaya Mengendalikan Situasi Keamanan
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 07:40 WIB
loading...
Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni. (Foto/Ist)
A
A
A
PAPUA - Bupati Intan Jaya , Natalis Tabuni menyayangkan adanya kabar bahwa dia mengendalikan pemerintahan dari luar daerah saat terjadinya konflik bersenjata di daerahnya.
Kabar ini pun sampai ke telinga pemerintah pusat di Jakarta. "Saya mau memberikan klarifikasi karena beredar beredar berita miring bahwa saya mengendalikan pemerintahan dari luar daerah. Ini sama sekali tidak benar. Terus terang saya sesalkan sekali, karena saat kami sedang berupaya jatuh bangun berupaya mengendalikan situasi keamanan di Intan Jaya malah dapat berita seperti ini," ujar Natalis, Kamis (1/10/2020) dalam keterangan persnya.
Natalis mengakui sempat meninggalkan Intan Jaya beberapa waktu lalu, lantaran harus memenuhi undangan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahyo Kumolo. (BACA JUGA: Pasca Aksi Teror KKB, Situasi di Intan Jaya Mulai Kondusif)
"Itu karena ada undangan dari Pak Menteri PAN-RB, lalu karena situasi COVID-19 juga terpaksa harus tertahan. Kejadian penembakan Pendeta Yeremias di Hitadipa tanggal 19 September, tanggal 20 saya sudah langsung berada di Intan Jaya," jelasnya.
Natalis menyesalkan pernyataan Menko Polkam Mahfud, yang menurutnya menyampaikan informasi tak benar kepada publik.
Kabar ini pun sampai ke telinga pemerintah pusat di Jakarta. "Saya mau memberikan klarifikasi karena beredar beredar berita miring bahwa saya mengendalikan pemerintahan dari luar daerah. Ini sama sekali tidak benar. Terus terang saya sesalkan sekali, karena saat kami sedang berupaya jatuh bangun berupaya mengendalikan situasi keamanan di Intan Jaya malah dapat berita seperti ini," ujar Natalis, Kamis (1/10/2020) dalam keterangan persnya.
Natalis mengakui sempat meninggalkan Intan Jaya beberapa waktu lalu, lantaran harus memenuhi undangan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahyo Kumolo. (BACA JUGA: Pasca Aksi Teror KKB, Situasi di Intan Jaya Mulai Kondusif)
"Itu karena ada undangan dari Pak Menteri PAN-RB, lalu karena situasi COVID-19 juga terpaksa harus tertahan. Kejadian penembakan Pendeta Yeremias di Hitadipa tanggal 19 September, tanggal 20 saya sudah langsung berada di Intan Jaya," jelasnya.
Natalis menyesalkan pernyataan Menko Polkam Mahfud, yang menurutnya menyampaikan informasi tak benar kepada publik.
Lihat Juga :