Awas, Rujak Mie yang Dijual di Lubuklinggau Mengandung Formalin
Selasa, 05 Mei 2020 - 19:45 WIB
loading...
Sidak BPOM ke Salah Satu Pedagang. Foto/SINDOtv/EraNeizma
A
A
A
LUBUKLINGGAU - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Lubuklinggau, selama bulan Ramadan telah melakukan pengawasan pangan takjil untuk menu buka puasa yang dijual sejumlah pedagang di pinggir jalan. Pengawasan di antaranya dilakukan BPOM di sekitaran Jl. Yos Sudarso, Jl. Telkom, dan di lokasi eks Kompi Kota Lubuklinggau pada Selasa (5/5/2020).
Kepala Kantor Loka BPOM Lubuklinggau Apdil Kurnia mengatakan, petugas telah mengambil 58 sampel takjil dan jajanan makanan, dari tanggal 27 April hingga tanggal 4 Mei 2020. Semua takjil dan makanan itu telah dilakukan pengujian.
"Kami masih menemukan 17 atau 26 persen sampel makananan yang kita uji mengandung bahan berbahaya jenis formalin," kata Apdil. ( Baca:Dugaan Penipuan Sembako, Pelaku Kantongi Ratusan Juta Rupiah )
Disebutkan Apdil, untuk rinciannya tiga dari 14 sampel jajanan tahu positif formalin. Lalu dari 15 mi kuning basah yang dilakukan sampling petugas di lapangan, ternyata 100 persen mengandung formalin.
"Dan untuk hasil uji coba tahun ini sama dengan tahun kemarin, formalin masih menjadi masalah di Kota Lubuklinggau. Tahu telah mengalami penurunan, sementara mi basah 100 persen yang produknya mereka jual dalam bentuk rujak mi mengandung formalin," katanya.
Kepala Kantor Loka BPOM Lubuklinggau Apdil Kurnia mengatakan, petugas telah mengambil 58 sampel takjil dan jajanan makanan, dari tanggal 27 April hingga tanggal 4 Mei 2020. Semua takjil dan makanan itu telah dilakukan pengujian.
"Kami masih menemukan 17 atau 26 persen sampel makananan yang kita uji mengandung bahan berbahaya jenis formalin," kata Apdil. ( Baca:Dugaan Penipuan Sembako, Pelaku Kantongi Ratusan Juta Rupiah )
Disebutkan Apdil, untuk rinciannya tiga dari 14 sampel jajanan tahu positif formalin. Lalu dari 15 mi kuning basah yang dilakukan sampling petugas di lapangan, ternyata 100 persen mengandung formalin.
"Dan untuk hasil uji coba tahun ini sama dengan tahun kemarin, formalin masih menjadi masalah di Kota Lubuklinggau. Tahu telah mengalami penurunan, sementara mi basah 100 persen yang produknya mereka jual dalam bentuk rujak mi mengandung formalin," katanya.
Lihat Juga :