Cerita Sulkifli, Kayuh Sampan Belasan Kilometer Demi Cita-cita Jadi Prajurit TNI
Kamis, 01 Oktober 2020 - 18:06 WIB
loading...
Sulkifli mengayuh sampan milik ayahnya untuk sampai ke Markas Komando Lantamal VI, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa
A
A
A
MAKASSAR - Calon prajurit karir (PK) TNI Angkatan Laut bernama Sulkifli menjadi pusat perhatian saat mengikuti tes seleksi kesehatan di Markas Komando Lantamal VI, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Kamis (1/10/2020) pagi. Pasalnya, dia datang dengan sampan.
Sulkifli mengaku harus mengayuh sampan milik ayahnya yang seorang nelayan dari kampung halamannya, Desa Bonto Matene Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, demi mengejar cita-citanya menjadi prajurit TNI. Pemuda 18 tahun itu mengaku menempuh belasan kilometer untuk sampai ke Lantamal VI .
Baca juga: KRI Badau 841 Tambah Kekuatan Patroli Pengamanan di Wilayah Lantamal VI
“Saya naik perahu (sampan) start dari setengah 5 subuh tiba pas jam 6. Kira-kira satu jam setengah. Karena jaraknya kalau ukuran darat sekitar 17 kilometer. Saya pakai GPS saja (untuk mengetahui arah) ke sana,” ungkap Sulkifli kepada SINDOnews melalui sambungan telepon.
Anak pertama dari empat bersaudara itu menjelaskan, perjalanan laut ditempuh karena beberapa pertimbangan, salah satunya tidak ingin merepotkan sang ayah, Saripuddin yang harus menyisihkan waktu demi mengantarnya menggunakan motor ke tempat Mako Lantamal VI.
Sulkifli mengaku harus mengayuh sampan milik ayahnya yang seorang nelayan dari kampung halamannya, Desa Bonto Matene Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, demi mengejar cita-citanya menjadi prajurit TNI. Pemuda 18 tahun itu mengaku menempuh belasan kilometer untuk sampai ke Lantamal VI .
Baca juga: KRI Badau 841 Tambah Kekuatan Patroli Pengamanan di Wilayah Lantamal VI
“Saya naik perahu (sampan) start dari setengah 5 subuh tiba pas jam 6. Kira-kira satu jam setengah. Karena jaraknya kalau ukuran darat sekitar 17 kilometer. Saya pakai GPS saja (untuk mengetahui arah) ke sana,” ungkap Sulkifli kepada SINDOnews melalui sambungan telepon.
Anak pertama dari empat bersaudara itu menjelaskan, perjalanan laut ditempuh karena beberapa pertimbangan, salah satunya tidak ingin merepotkan sang ayah, Saripuddin yang harus menyisihkan waktu demi mengantarnya menggunakan motor ke tempat Mako Lantamal VI.
Lihat Juga :