Epidemiolog Undip: Bakal Terjadi Ledakan Kasus COVID-19 Pasca-Pilkada
Kamis, 01 Oktober 2020 - 16:22 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, pemilih usia lanjut yang menjadi kelompok rentan akan memiliki risiko sangat tinggi. Apalagi, bila mereka memiliki penyakit bawaan seperti penyakit jantung, kencing manis, hipertensi, hingga penyakit paru. (BACA JUGA: Bermain Game Online Berjam-jam, Bocah di Mesir Meregang Nyawa)
“Di satu pihak, orang-orang yang umurnya lebih dari 60 tahun, banyak penyakit penyerta. Itu rentan. Sehingga kalau ikut-ikut Pilkada, berarti kan juga orang-orang ini juga ada risiko. Adaptasi kesehatan baru masyarakat juga belum sesuai dengan yang digariskan,” tutur dia.
Oleh karenanya ledakan kasus COVID-19 diprediksi bakal terjadi usai Pilkada. Angka kasus positif akan melonjak drastis bila masyarakat pemilih maupun penyelenggara tak menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Posibilitasnya atau kemungkinannya habis Pilkada, bukan pas Pilkada. Habis Pilkada kemungkinan akan terjadi ada yang memperkirakan seperti bom waktu. Kemungkinan akan meledak lebih tinggi dari sekarang ini,” ucapnya.
“Lebih-lebih kalau masyarakat tidak memenuhi protokol kesehatan. Lebih-lebih Pilkada ini kan (pendukung) ingin memenangkan calonnya sendiri-sendiri, sehingga protokol kesehatan kelihatannya pasti akan dilanggar. Jadi dia mementingkan calonnya untuk menang, gimana caranya? Protokol kesehatan akan dilanggar,” tandasnya.
“Di satu pihak, orang-orang yang umurnya lebih dari 60 tahun, banyak penyakit penyerta. Itu rentan. Sehingga kalau ikut-ikut Pilkada, berarti kan juga orang-orang ini juga ada risiko. Adaptasi kesehatan baru masyarakat juga belum sesuai dengan yang digariskan,” tutur dia.
Oleh karenanya ledakan kasus COVID-19 diprediksi bakal terjadi usai Pilkada. Angka kasus positif akan melonjak drastis bila masyarakat pemilih maupun penyelenggara tak menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Posibilitasnya atau kemungkinannya habis Pilkada, bukan pas Pilkada. Habis Pilkada kemungkinan akan terjadi ada yang memperkirakan seperti bom waktu. Kemungkinan akan meledak lebih tinggi dari sekarang ini,” ucapnya.
“Lebih-lebih kalau masyarakat tidak memenuhi protokol kesehatan. Lebih-lebih Pilkada ini kan (pendukung) ingin memenangkan calonnya sendiri-sendiri, sehingga protokol kesehatan kelihatannya pasti akan dilanggar. Jadi dia mementingkan calonnya untuk menang, gimana caranya? Protokol kesehatan akan dilanggar,” tandasnya.
(vit)
Lihat Juga :