Mengenang Tragedi Madiun 1948, Forkompimda Ajak Warga Taat Prokes

loading...
Mengenang Tragedi Madiun 1948, Forkompimda Ajak Warga Taat Prokes
Forkompimda Kabupaten Madiun, berkunjung ke Monumen Kresek, usai upacara Kesaktian Pancasila. Foto/iNews TV/Arif Wahyu Efendi
MADIUN - Peringatan tragedi pemberontakan PKI, digelar di Kabupaten Madiun. Dalam peringatan kali ini, warga diajak untuk mencegah penularan COVID-19, dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

(Baca juga: BNN, Polisi, dan TNI Temukan 6 Hektare Ladang Ganja di Madina)

Upacara bendera digelar di Monumen Kresek yang ada di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Peserta upacara juga dibatasi, yakni para ASN di lingkungan Pemkab Madiun, anggota TNI dan Polri.

Usai upacara, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Madiun, juga menyaksikan Monumen Kresek, yang menjadi penanda tragedi kemanusiaan pemberontakan PKI di Madiun, pada tahun 1948.



Dalam kesempatan tersebut, Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro meminta warga untuk meneruskan perjuangan para pahlawan revolusi dengan tidak merubah cerita sejarah yang asli dan sudah ada.

"Diseduaikan kondisi saat ini, perjuangan yang bisa dilakukan masyarakat dengan melawan COVID-19, karena saat ini negara dan bahkan dunia tengah dilanda virus mematikan," tegasnya. (Baca juga: Tengah Malam Jet-jet Tempur TNI AU Bombardir Lumajang)

Dalam tragedi kemanusian di Madiun, tahun 1948 tersebut, gerombolan PKI yang dipimpin Musso melakukan penculikan tokoh masyarakat, militer, dan tokoh agama. Mereka ditawan dan dibawa ke atas bukit di Desa Kresek, lalu dibunuh dan mayatnya ditumpuk dan dibuang di lubang.



(Baca juga: 4 Kali Gelar Operasi Yustisi, Jaring Ratusan Pelanggar)

Musso akhirnya ditembak mati di Ponorogo, dan pasukannya kocar-kacir setelah diserang oleh pasukan Divisi II dipimpin Kolonel Gatot Subroto, pasukan Divisi Siliwangi, pasukan Divisi I yang dipimpin Kolonel Sungkono, dan pasukan Mobile Brigade Jawa Timur, yang dipimpin M. Yasin.
(eyt)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top