Sinovac Cek Fasilitas Bio Farma, Siap Transfer Teknologi Vaksin COVID-19
Kamis, 01 Oktober 2020 - 12:19 WIB
loading...
A
A
A
Untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin COVID-19, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin Corona di fasilitas Sinovac di Beijing, China pada awal November 2020 mendatang.
BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi vaksin COVID-19 di Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP). Sehingga BPOM juga akan melaksanakan audit ke fasilitas produksi Covid-19 di Bio Farma.
“Kegiatan audit ini, merupakan bagian dalam implementasi Quality Management System di Bio Farma, untuk menjamin kualitas bulk vaksin yang akan di terima di Bio Farma. Kami juga akan melakukan audit inspeksi ke Sinovac, yang rencananya akan dilaksanakan sebelum pelaksanaan audit BPOM”, ujar Honesti.
Sambil menunggu Uji Klinis selesai, Bio Farma terus melakukan persiapan produksi vaksin, yang akan dimulai pada bulan November sampai dengan Desember 2020.
Kapasitas total produksi hilir vaksin Covid-19 Bio Farma sebesar 250 juta dosis pada 2021, yang telah ditingkatkan dari sebelumnya hanya 100 juta dosis pada 2020.
BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi vaksin COVID-19 di Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP). Sehingga BPOM juga akan melaksanakan audit ke fasilitas produksi Covid-19 di Bio Farma.
“Kegiatan audit ini, merupakan bagian dalam implementasi Quality Management System di Bio Farma, untuk menjamin kualitas bulk vaksin yang akan di terima di Bio Farma. Kami juga akan melakukan audit inspeksi ke Sinovac, yang rencananya akan dilaksanakan sebelum pelaksanaan audit BPOM”, ujar Honesti.
Sambil menunggu Uji Klinis selesai, Bio Farma terus melakukan persiapan produksi vaksin, yang akan dimulai pada bulan November sampai dengan Desember 2020.
Kapasitas total produksi hilir vaksin Covid-19 Bio Farma sebesar 250 juta dosis pada 2021, yang telah ditingkatkan dari sebelumnya hanya 100 juta dosis pada 2020.
(awd)
Lihat Juga :