BNPP Siapkan Rekomendasi Desain Sistem Tata Kelola Perbatasan Negara ke Pemerintah

Rabu, 30 September 2020 - 07:12 WIB
loading...
BNPP Siapkan Rekomendasi...
Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP Robert Simbolon saat meninjau Pos Pamtas RI-Malaysia di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Selasa 29 September 2020. Foto SINDOnews/SM Said
A A A
SAMBAS - Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) akan menyiapkan rekomendasi desain sistem tata kelola perbatasan negara ke pemerintah. Untuk keperluan tersebut BNPP menggandeng sejumlah instansi seperti Imigrasi, Mabes TNI, Kodam XII/Tanjungpura , Satgas Pamtas, Pemerintah Kabupaten hingga desa melakukan survei identifikasi jalur atau titik lintasan yang berstatus non PLB dan non PLBN di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Selasa 29 September 2020.
BNPP Siapkan Rekomendasi Desain Sistem Tata Kelola Perbatasan Negara ke Pemerintah

Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP Robert Simbolon mengatakan, pelaksanaan survei identifikasi titik lintasan yang berstatus non PLB dan non PLBN kali ini merupakan sesuatu yang sangat strategis. (Baca: 29 Titik Lintas Batas Tak Resmi di Sambas dan Bengkayang, BNPP Lakukan Identifikasi)

"Dimana hasil akhir dari pelaksanaan survei identifikasi ini adalah kita ingin memiliki bahan yang memadai dalam rangka merumuskan rekomendasi kebijakan kepada pimpinan nasional kita kepada bapak presiden selaku kepala pemerintahan sekaligus selaku kepala negara untuk bagaimana desain atau sistem tata kelola perbatasan negara kita khususnya sistem tata kelola lintas batas negara yang semakin efektif, yang semakin mampu menjamin tertib aktivitas lintas batas negara," kata Robert Simbolon di Sambas, Kalimantan Barat, Selasa 29 September 2020.

Menurut Robert Simbolon, sudah banyak instansi yang hadir di perbatasan negara tetapi masih dirasakan pentingnya pembangunan sistem yang terintegrasi, yang terkonsolidasi, yang berkolaborasi tanpa menyisahkan sekat-sekat baik sekat-sekat kelembagaan terutama sekat-sekat fungsionalitas. (Bisa diklik: Tiga Pegawai Sekretariat Daerah Positif COVID-19, Kantor Bupati Ditutup)

"Sering sekali kita temui di lapangan hadirnya banyak instansi di kawasan perbatasan negara tidak berbanding lurus dengan efektifitas penanganan masalah-masalah di perbatasan negara termasuk dan terutama yang berkaitan dengan aktivitas lintas batas negara. Faktanya kita masih terus mendapatkan informasi atau mencatat data terjadinya misalnya pelanggaran-pelanggaran terjadinya aktivitas ilegal bagi yang berkaitan dengan lintas manusia maupun dan terutama lintas barang yang tidak boleh kita biarkan terus menerus berlangsung seperti itu," timpalnya.

Negara Indonesia, kata dia, adalah negara besar dimana karena kebutuhan masyarakat secara tradisional dan turun-temurun terdapat titik-titik yang secara fungsional, empirik dan nyata faktual digunakan sebagai titik keluar masuk manusia dengan berbagai kepentingan baik ekonomi dan sosial budaya.

"Tentunya negara tidak boleh menutup akses bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya di kawasan perbatasan negara, termasuk dalam kaitan dengan akses lintas batas negara. Prinsipnya negara tidak boleh menutup akses bagi masyarakat tetapi negara pun harus menjamin ketertiban hukum dan pertama juga menjamin utuhnya wilayah teritorial negara," pungkasnya.

Sementara menurut Tenaga Ahli BNPP Mayjen TNI (Purn) Dedy Hadria, dengan dilakukannya survei ini kita ingin melihat kondisi nyata di lapangan jalur-jalur yang tidak resmi ini seperti apa.

"Nanti kita evaluasi kenapa itu terjadi, apakah faktor ekonomi faktor sosial dan faktor yang lain. Kemudian nanti kita lihat pengamanan yang selama ini bagaimana kalau misalnya itu belum efektif itu bagaimana nanti dioptimalkan pengamanan Apakah dia kurang personilnya, kurang alatnya atau sistemnya itu atau pola operasinya itu yang akan kita evaluasi," timpal mantan Direktur Topografi TNI Angkatan Darat ini.
BNPP Siapkan Rekomendasi Desain Sistem Tata Kelola Perbatasan Negara ke Pemerintah

Danyonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa mengatakan, selaku Satgas pamtas RI Malaysia 642 Kapuas sangat terbantu dengan kegiatan survei ini. "Kita harapkan ke depan juga ada kantor bersama dari perbatasan seperti beacukai, imigrasi dan instansi yang lainnya agar lalu lintas di sini juga terkontrol. Dimana sesuai dengan undang-undang peran kita menjaga kedaulatan dan integritas wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Dansatgas Pamtas RI -Malaysia ini.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
Tinjau Warga Perbatasan,...
Tinjau Warga Perbatasan, Sekretaris BNPP RI Pastikan Program 15.000 RTLH Tepat Sasaran
Aksi Spontan Prabowo...
Aksi Spontan Prabowo Sapa Prajurit Penjaga Ujung Utara Indonesia di Miangas
Sekretaris BNPP: Pengelolaan...
Sekretaris BNPP: Pengelolaan Perbatasan Harus Seimbang antara Keamanan dan Kesejahteraan
Kronologi Helikopter...
Kronologi Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar, Sempat Kirim Sinyal Darurat
Helikopter Hilang Kontak...
Helikopter Hilang Kontak di Kalimantan Barat, Angkut 8 Orang
Kisah BRILink Agen John,...
Kisah BRILink Agen John, Dorong Perekonomian Masyarakat Perbatasan RI-Papua Nugini
Kejagung: Ada Keterlibatan...
Kejagung: Ada Keterlibatan Penyelenggara Negara di Kasus Korupsi Tambang Bauksit Kalbar
BNPP Bersoleg Jadi Forum...
BNPP Bersoleg Jadi Forum Strategis Penguatan Tata Kelola Hukum Kawasan Perbatasan
Rekomendasi
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved