BKKBN Jabar Sukses Layani Ribuan Akseptor Spiral dan Susuk
Selasa, 29 September 2020 - 01:25 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Herman mengatakan, di saat yang sama, pihaknya menjadikan momentum Peringatan WCD 2020 untuk menggencarkan sosialisasi atau komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat. (Baca: Peringati HKI, BKKBN-Bayer Luncurkan Program Edukasi dan Akses Kontrasepsi)
Menurutnya, harus diakui bahwa hingga saat ini,masih berkembang rumor dan mitos yang salah tentang kontrasepsi . WCD menjadi momentum tepat untuk mengedukasi masyarakat terkait fakta-fakta seputar kontrasepsi.
"Kami berusaha meluruskan mitos keliru tentang kontrasepsi. Upaya ini dilakukan dengan segenap saluran yang tersedia, baik melalui media luar ruang, media sosial, maupun penyampaian langsung oleh petugas lini lapangan kepada masyaraat," jelasnya.
Herman menekankan bahwa kontrasepsi menjadi lebih dari sekadar alat untuk mencegah terjadinya kehamilan. Lebih dari itu, kontrasepsi bertujuan mewujudkan kehidupan reproduksi sehat agar terhindar dari kehamilan tidak diinginkan serta kesakitan dan kematian karena kehamilan terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat atau dekat, dan terlalu sering atau banyak.
Kontrasepsi, sambung Herman, merupakan salah satu bagian dalam pengelolaan program KB . Gagasan perencanaan keluarga untuk mewujudkan kehidupan reproduksi yang sehat dapat dijalankan dengan konkret di antaranya dengan penggunaan alat kontrasepsi.
"Kesehatan reproduksi yang baik merupakan sebab dan akibat dari upaya perencanaan hidup yang baik. Jika kesehatan reproduksi dapat dijaga dengan baik, maka kualitas hidup keluarga secara umum juga dapat ditingkatkan," tandasnya.
Menurutnya, harus diakui bahwa hingga saat ini,masih berkembang rumor dan mitos yang salah tentang kontrasepsi . WCD menjadi momentum tepat untuk mengedukasi masyarakat terkait fakta-fakta seputar kontrasepsi.
"Kami berusaha meluruskan mitos keliru tentang kontrasepsi. Upaya ini dilakukan dengan segenap saluran yang tersedia, baik melalui media luar ruang, media sosial, maupun penyampaian langsung oleh petugas lini lapangan kepada masyaraat," jelasnya.
Herman menekankan bahwa kontrasepsi menjadi lebih dari sekadar alat untuk mencegah terjadinya kehamilan. Lebih dari itu, kontrasepsi bertujuan mewujudkan kehidupan reproduksi sehat agar terhindar dari kehamilan tidak diinginkan serta kesakitan dan kematian karena kehamilan terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat atau dekat, dan terlalu sering atau banyak.
Kontrasepsi, sambung Herman, merupakan salah satu bagian dalam pengelolaan program KB . Gagasan perencanaan keluarga untuk mewujudkan kehidupan reproduksi yang sehat dapat dijalankan dengan konkret di antaranya dengan penggunaan alat kontrasepsi.
"Kesehatan reproduksi yang baik merupakan sebab dan akibat dari upaya perencanaan hidup yang baik. Jika kesehatan reproduksi dapat dijaga dengan baik, maka kualitas hidup keluarga secara umum juga dapat ditingkatkan," tandasnya.
(don)
Lihat Juga :