BKKBN Jabar Sukses Layani Ribuan Akseptor Spiral dan Susuk
Selasa, 29 September 2020 - 01:25 WIB
loading...
A
A
A
"Tentu kami juga terus menjalin kerja sama dengan mitra kerja Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jabar, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jabar, Tim Penggerak PKK Jabar, persatuan dokter spesialis kandungan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga para jurnalis," tuturnya.
Pihaknya mengaku sempat ketar-ketir. Pasalnya, jeda waktu pelayanan serentak jilid I dan jilid II terbilang singkat atau hanya kurang dari dua bulan. Apalagi, pasangan usia subur (PUS) yang menjadi sasaran peserta praktis berkurang drastis setelah pihaknya sukses melampaui target capaian pada jilid I dalam momentum Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 pada 29 Juni 2020 lalu.
Meski begitu, Koordinator Bidang Advokasi, Penggerakkan, dan Informasi (Adpin) BKKBN Jabar, Herman Melani menerangkan, untuk memenuhi target nasional sebanyak 43.256 peserta KB, pihaknya memetakan sasaran secara cermat di masing-masing kabupaten dan kota.
"Proses penajaman sasaran ini lebih mudah dari sisi pengorganisasian karena para penyuluh KB di bawah binaan langsung BKKBN. Dengan demikian, jalur koordinasinya linier mulai pusat hingga daerah," terangnya.
Selain singkatnya jeda waktu antara pelayanan jilid 1 dan 2, lanjut Herman, tantangan besar lainnya, yakni pandemi COVID-19 yang belum berakhir yang berdampak pada pembatasan pelayanan fasilitas kesehatan. Tidak hanya itu, Jabar selama ini dikenal sebagai 'Ratu Suntik' sejalan dengan tingginya dominasi penggunaan kontrasepsi jenis suntik.
Sementara pelayanan serentak dalam Peringatan WCD 2020, kata Herman, khusus IUD dan implan. "Capaian ini menunjukkan keinginan masyarakat untuk ber-KB masih cukup tinggi. Alhamdulillah kekhawatiran awal tidak terbukti," ungkapnya.
Herman mengklaim, salah satu kunci keberhasilan Jabar terletak pada pemetaan akurat target sasaran di masing-masing kecamatan dan kelurahan atau desa. Dengan begitu, tenaga lini lapangan bisa langsung melakukan eksekusi penggerakkan.
Pihaknya mengaku sempat ketar-ketir. Pasalnya, jeda waktu pelayanan serentak jilid I dan jilid II terbilang singkat atau hanya kurang dari dua bulan. Apalagi, pasangan usia subur (PUS) yang menjadi sasaran peserta praktis berkurang drastis setelah pihaknya sukses melampaui target capaian pada jilid I dalam momentum Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 pada 29 Juni 2020 lalu.
Meski begitu, Koordinator Bidang Advokasi, Penggerakkan, dan Informasi (Adpin) BKKBN Jabar, Herman Melani menerangkan, untuk memenuhi target nasional sebanyak 43.256 peserta KB, pihaknya memetakan sasaran secara cermat di masing-masing kabupaten dan kota.
"Proses penajaman sasaran ini lebih mudah dari sisi pengorganisasian karena para penyuluh KB di bawah binaan langsung BKKBN. Dengan demikian, jalur koordinasinya linier mulai pusat hingga daerah," terangnya.
Selain singkatnya jeda waktu antara pelayanan jilid 1 dan 2, lanjut Herman, tantangan besar lainnya, yakni pandemi COVID-19 yang belum berakhir yang berdampak pada pembatasan pelayanan fasilitas kesehatan. Tidak hanya itu, Jabar selama ini dikenal sebagai 'Ratu Suntik' sejalan dengan tingginya dominasi penggunaan kontrasepsi jenis suntik.
Sementara pelayanan serentak dalam Peringatan WCD 2020, kata Herman, khusus IUD dan implan. "Capaian ini menunjukkan keinginan masyarakat untuk ber-KB masih cukup tinggi. Alhamdulillah kekhawatiran awal tidak terbukti," ungkapnya.
Herman mengklaim, salah satu kunci keberhasilan Jabar terletak pada pemetaan akurat target sasaran di masing-masing kecamatan dan kelurahan atau desa. Dengan begitu, tenaga lini lapangan bisa langsung melakukan eksekusi penggerakkan.
Lihat Juga :