Antisipasi Resesi, Pemprov Terus Genjot Kinerja Perekonomian
Selasa, 29 September 2020 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
Salah satunya, disebabkan penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan yang sangat berefek pada perlambatan laju aktivitas perekonomian di masyarakat.
"Di kuartal kedua kemarin kita mengalami kontraksi karena PSBB Makassar dua kali, kemudian disusul Gowa. Saya kira itu salah satu kebijakan yang memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas perekonomian masyarakat," ungkap Edi kepada SINDOnews.
Setelah kebijakan PSBB dicabut, kinerja ekonomi kembali mulai dipacu, seiring sejalan dengan penanganan kesehatan untuk COVID-19. Sektor pertanian, yang disebutnya yang paling dimaksimalkan sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Sulsel memasuki kuartal ketiga. Baca Juga : Gubernur-BPJAMSOTEK Sepakat Dorong Kenyamanan Seluruh Pekerja Sulsel
"Jadi kita memproyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi Sulsel di kuartal ketiga ini Insyaallah akan tumbuh positif. Tentunya dengan asumsi tidak ada lagi PSBB, kemudian pandemi COVID mulai terkendali, kemudian sektor pertanian bisa bergerak maksimal," urai dia.
Edi memaparkan, ancaman resesi memang sempat dilontarkan Menteri Keuangan RI di kuartal ketiga. Artinya, kinerja perekonomian diprediksi masih terkontraksi. Jika dalam dua kuartal berturut-turut masih tumbuh negatif, resesi tak dapat dihindarkan.
"Di kuartal kedua kemarin kita mengalami kontraksi karena PSBB Makassar dua kali, kemudian disusul Gowa. Saya kira itu salah satu kebijakan yang memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas perekonomian masyarakat," ungkap Edi kepada SINDOnews.
Setelah kebijakan PSBB dicabut, kinerja ekonomi kembali mulai dipacu, seiring sejalan dengan penanganan kesehatan untuk COVID-19. Sektor pertanian, yang disebutnya yang paling dimaksimalkan sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Sulsel memasuki kuartal ketiga. Baca Juga : Gubernur-BPJAMSOTEK Sepakat Dorong Kenyamanan Seluruh Pekerja Sulsel
"Jadi kita memproyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi Sulsel di kuartal ketiga ini Insyaallah akan tumbuh positif. Tentunya dengan asumsi tidak ada lagi PSBB, kemudian pandemi COVID mulai terkendali, kemudian sektor pertanian bisa bergerak maksimal," urai dia.
Edi memaparkan, ancaman resesi memang sempat dilontarkan Menteri Keuangan RI di kuartal ketiga. Artinya, kinerja perekonomian diprediksi masih terkontraksi. Jika dalam dua kuartal berturut-turut masih tumbuh negatif, resesi tak dapat dihindarkan.
Lihat Juga :