Ungkap Dugaan Korupsi Desa Cinnongtabi, Polisi Periksa 3 Saksi
Senin, 28 September 2020 - 19:37 WIB
loading...
Polisi telah memeriksa tiga orang saksi dugaan korupsi proyek perintisan dan pengerasan jalan tani Bulu Buloe, Desa Cinnongtabi, Kecamatan Majauleng. Foto: SINDOnews/M Reza Pahlevi
A
A
A
WAJO - Kasus dugaan korupsi proyek jalan tani Bulu Buloe Desa Cinnongtabi, Kecamatan Majauleng terus berproses di meja penyidik Polres Wajo . 3 orang saksi kembali diperiksa untuk mengungkap kasus ini.
Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam menyebutkan, saat ini pihak kepolsian telah menghadirkan tiga orang saksi dalam mengungkap kasus dugaan korupsi Desa Cinnongtabi.
Baca juga: Sttt, Ada Dugaan Markup Pembangunan Jalan Tani Bulu Buloe Wajo
Selain itu, pihak inspektorat Kabupaten Wajo juga telah turun ke lokasi melakukan audit kerugian negara atas proyek pembangunan jalan tani Bulu Buloe.
"Kita kembali periksa 3 orang saksi tambahan terkait kasus itu. Minggu lalu APIP sudah turun ke lokasi," jelasnya kepada SINDOnews, Senin (28/9/2020).
Lulusan Akpol tahun 2001 itu tak ingin terlalu dalam membeberkan materi pemeriksaan. Sebab saat ini pemeriksaan masih berjalan.
"Kami belum bisa memberikan informasi lebih dalam, kami masih menunggu laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari inspektorat terlebih dahulu, perkembangan selanjutnya kami akan sampaikan ke publik," ujarnya
Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam menyebutkan, saat ini pihak kepolsian telah menghadirkan tiga orang saksi dalam mengungkap kasus dugaan korupsi Desa Cinnongtabi.
Baca juga: Sttt, Ada Dugaan Markup Pembangunan Jalan Tani Bulu Buloe Wajo
Selain itu, pihak inspektorat Kabupaten Wajo juga telah turun ke lokasi melakukan audit kerugian negara atas proyek pembangunan jalan tani Bulu Buloe.
"Kita kembali periksa 3 orang saksi tambahan terkait kasus itu. Minggu lalu APIP sudah turun ke lokasi," jelasnya kepada SINDOnews, Senin (28/9/2020).
Lulusan Akpol tahun 2001 itu tak ingin terlalu dalam membeberkan materi pemeriksaan. Sebab saat ini pemeriksaan masih berjalan.
"Kami belum bisa memberikan informasi lebih dalam, kami masih menunggu laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari inspektorat terlebih dahulu, perkembangan selanjutnya kami akan sampaikan ke publik," ujarnya
Lihat Juga :