Misteri Keterangan Istri Pendeta Korban Penembakan di Intan Jaya
Sabtu, 26 September 2020 - 12:04 WIB
loading...
A
A
A
Pemberitaan sebelumnya, kasus penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremias Zanambani di Kampung Hatidapa beberapa waktu lalu, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan aparat penegak hukum saling tuding. (Baca juga: Hujan Tangis di Pemakaman Polwan yang Tewas Saat Menolong Adiknya )
Dimana Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw ketika diwawancarai, menyebutkan bahwa pelaku penembakan Pendeta Yeremias Zanambani murni dilakukan oleh anggota KKB, mengingat daerah tersebut telah dikuasai oleh lima kelompok yang berasal dari Tembagapura Mimika. Bahkan Paulus menyebutkan, kasus penembakan itu sengaja dilakukan lalu dipropaganda oleh kelompok sparatis untuk dibawa ke sidang PBB.
Sementara juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambon membantah kalau pelaku penembakan Pendeta Yeremias Zanambani dilakukan oleh para pejuang revolusi kemerdakaan Papua. Ia menyebutkan bahwa penembakan dilakukan oleh aparat TNI. (Baca juga: Serang Polisi Pakai Senpi, Bandar Bawa 7 Kg Sabu Ditembak Mati )
Diketahui Pendeta Yeremias Zanambani tewas ditembak di Kampung Hitadipa, Sabtu (19/9/2020) sekitar pukul 18.00 WIT. Sebelum pembunuhan terhadap pendeta, kurun waktu seminggu KKB, telah melakukan empat aksi kekerasan yang menewaskan empat orang, dua di antaranya merupakan warga sipil yang kesehariannya sebagai tukang ojek yakni Laode Anas (34) dan Fatur Rahman (23).
Beberapa hari kemudian KKB mulai beraksi kembali, dimana dua anggota TNI tewas di kampung Bilogai, yakni Serka Sahlan dan terakhir Babinsa Kampung Hatidapa, Pratu Dwi Akbar. Dalam minggu ini kontak tembak antara KKB dengan aparat TNI sering terjadi, ironisanya kontak tembak itu terjadi di tengah kota Kabupaten Intan Jaya. Tercatat, kasus penembakan terakhir terjadi pada Rabu (23/9/2020), dan Jumat (25/9/2020). Dalam kontak tembak itu tidak ada korban jiwa.
Dimana Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw ketika diwawancarai, menyebutkan bahwa pelaku penembakan Pendeta Yeremias Zanambani murni dilakukan oleh anggota KKB, mengingat daerah tersebut telah dikuasai oleh lima kelompok yang berasal dari Tembagapura Mimika. Bahkan Paulus menyebutkan, kasus penembakan itu sengaja dilakukan lalu dipropaganda oleh kelompok sparatis untuk dibawa ke sidang PBB.
Sementara juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambon membantah kalau pelaku penembakan Pendeta Yeremias Zanambani dilakukan oleh para pejuang revolusi kemerdakaan Papua. Ia menyebutkan bahwa penembakan dilakukan oleh aparat TNI. (Baca juga: Serang Polisi Pakai Senpi, Bandar Bawa 7 Kg Sabu Ditembak Mati )
Diketahui Pendeta Yeremias Zanambani tewas ditembak di Kampung Hitadipa, Sabtu (19/9/2020) sekitar pukul 18.00 WIT. Sebelum pembunuhan terhadap pendeta, kurun waktu seminggu KKB, telah melakukan empat aksi kekerasan yang menewaskan empat orang, dua di antaranya merupakan warga sipil yang kesehariannya sebagai tukang ojek yakni Laode Anas (34) dan Fatur Rahman (23).
Beberapa hari kemudian KKB mulai beraksi kembali, dimana dua anggota TNI tewas di kampung Bilogai, yakni Serka Sahlan dan terakhir Babinsa Kampung Hatidapa, Pratu Dwi Akbar. Dalam minggu ini kontak tembak antara KKB dengan aparat TNI sering terjadi, ironisanya kontak tembak itu terjadi di tengah kota Kabupaten Intan Jaya. Tercatat, kasus penembakan terakhir terjadi pada Rabu (23/9/2020), dan Jumat (25/9/2020). Dalam kontak tembak itu tidak ada korban jiwa.
(eyt)
Lihat Juga :