Dominasi Sepeda Masih Terjal
Sabtu, 26 September 2020 - 07:01 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, lajur sepeda ini sebelumnya juga telah disiapkan di Jalan Sumatera 518 meter, Jalan Sulawesi dua sisi 458 meter, flyover Gubeng Pojok 130 meter, Jalan Prof Dr Moestopo 280 meter, serta Jalan Dr Soetomo sisi selatan 588 meter. (Baca juga: Ini yang Akan Terjadi Jika Suatu Negara Masuk Jurang Resesi)
Sayangnya, ada beberapa pesepeda yang diketahui masih belum disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker. Bagi mereka yang tidak memakai masker, petugas Satpol PP Surabaya memberikan sanksi.
“Hasil evaluasi beberapa tidak memakai masker, dari Satpol PP kita berikan punishment ada yang push-up. Karena ditambah lajurnya sehingga mereka lebih luas (tertib), jadi jaga jarak, kanan kirinya lebih lebar,” jelasnya.
Dishub juga menyediakan layanan bike sharing gowes sebagai alternatif sarana transportasi jarak pendek. Layanan berbasis aplikasi itu diharapkan semakin mendorong minat warga untuk memakai sepeda. Termasuk juga untuk menciptakan iklim lingkungan yang sehat.
Irvan membeberkan, pada tahap awal, pihaknya bakal menyediakan sebanyak 100 unit sepeda angin. “Layanan bike sharing beroperasi mulai pukul 06.00 hingga pukul 20.00 WIB,” kata Irvan.
Irvan melanjutkan, layanan bike sharing gowes ini berupa sepeda angin dan bukan sepeda listrik. Sarana sepeda juga dilengkapi dengan alat pelacak (GPS) serta menggunakan scan QR code untuk membuka gembok sepeda. Namun, sepeda ini juga dilengkapi dengan kunci manual setelah selesai pemakaian. “Sepeda menggunakan ban mati dan terdapat keranjang untuk tempat barang,” ucapnya. (Baca juga: Viral, Tentara China Menangis di Perbatasan India dan Jadi Bahan Olok-olok)
Bahkan, katanya, Dishub Surabaya juga melengkapi dengan fasilitas lokasi parkir sepeda. Lokasinya pun berada pada beberapa titik strategis di Kota Surabaya. Di antaranya, simpul transportasi dan terintegrasi dengan angkutan umum lainnya, kantor pemerintahan, taman, gedung parkir, terminal, halte, dan fasilitas umum.
Selain itu, fasilitas lokasi parkir sepeda juga disiapkan tidak terlalu jauh dengan halte bus serta tidak menghalangi lalu lintas pejalan kaki dan pengguna trotoar lainnya. Bahkan, lokasinya juga berada di rute jalur sepeda di Kota Pahlawan.
Bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan ini, wajib mengikuti beberapa ketentuan yang ditetapkan. Pertama, penggunaan dan pengembalian sepeda harus berada di lokasi parkir sepeda yang telah ditentukan. Kedua, penyewaan sepeda berbasis aplikasi dengan menggunakan scan QR code untuk membuka gembok sepeda. “Ketiga, pengguna harus memiliki saldo awal minimal Rp50.000 pada aplikasi gowes,” jelasnya.
Untuk tahap awal, Dishub menyiapkan 25 lokasi parkir sepeda yang tersebar di beberapa titik Kota Surabaya. Yakni, Jl Tunjungan dekat Halte Siola, Gedung Parkir Genteng Kali, Jl Wijaya Kusuma, Jl Jimerto, Depan Taman Surya, Depan Grahadi atau Balai Pemuda, Jl Basuki Rahmat dekat Halte Tunjungan Plaza, akses samping KFC basuki Rahmat, Jl Basuki Rahmat dekat Halte Basuki Rahmat (Hotel Bumi), Taman Bungkul, Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), serta depan Kebun Binatang Surabaya (KBS). (Lihat videonya: Fenomena Hujan Deras Disertai Butiran Es Landa Cimahi)
Di samping itu, terdapat pula di Taman Bambu Runcing Sisi Timur, depan Delta Plaza, dekat Halte Dukuh Menanggal, dekat Halte Graha Pena, dekat Halte Royal Plaza, Jl Mayjend Sungkono dekat Halte Vida, Gedung Park & Ride Mayjend Sungkono, Jl Mayjend Jonosewojo dekat Perkantoran/Ruko, Tempat Parkir Adityawarman, Jl Gubeng dekat Taman Lansia, Jl Sulawesi dekat Taman Persahabatan, Tempat Parkir Lapangan Hoki dan depan Stasiun Gubeng Lama. (Aan Haryono)
Sayangnya, ada beberapa pesepeda yang diketahui masih belum disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker. Bagi mereka yang tidak memakai masker, petugas Satpol PP Surabaya memberikan sanksi.
“Hasil evaluasi beberapa tidak memakai masker, dari Satpol PP kita berikan punishment ada yang push-up. Karena ditambah lajurnya sehingga mereka lebih luas (tertib), jadi jaga jarak, kanan kirinya lebih lebar,” jelasnya.
Dishub juga menyediakan layanan bike sharing gowes sebagai alternatif sarana transportasi jarak pendek. Layanan berbasis aplikasi itu diharapkan semakin mendorong minat warga untuk memakai sepeda. Termasuk juga untuk menciptakan iklim lingkungan yang sehat.
Irvan membeberkan, pada tahap awal, pihaknya bakal menyediakan sebanyak 100 unit sepeda angin. “Layanan bike sharing beroperasi mulai pukul 06.00 hingga pukul 20.00 WIB,” kata Irvan.
Irvan melanjutkan, layanan bike sharing gowes ini berupa sepeda angin dan bukan sepeda listrik. Sarana sepeda juga dilengkapi dengan alat pelacak (GPS) serta menggunakan scan QR code untuk membuka gembok sepeda. Namun, sepeda ini juga dilengkapi dengan kunci manual setelah selesai pemakaian. “Sepeda menggunakan ban mati dan terdapat keranjang untuk tempat barang,” ucapnya. (Baca juga: Viral, Tentara China Menangis di Perbatasan India dan Jadi Bahan Olok-olok)
Bahkan, katanya, Dishub Surabaya juga melengkapi dengan fasilitas lokasi parkir sepeda. Lokasinya pun berada pada beberapa titik strategis di Kota Surabaya. Di antaranya, simpul transportasi dan terintegrasi dengan angkutan umum lainnya, kantor pemerintahan, taman, gedung parkir, terminal, halte, dan fasilitas umum.
Selain itu, fasilitas lokasi parkir sepeda juga disiapkan tidak terlalu jauh dengan halte bus serta tidak menghalangi lalu lintas pejalan kaki dan pengguna trotoar lainnya. Bahkan, lokasinya juga berada di rute jalur sepeda di Kota Pahlawan.
Bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan ini, wajib mengikuti beberapa ketentuan yang ditetapkan. Pertama, penggunaan dan pengembalian sepeda harus berada di lokasi parkir sepeda yang telah ditentukan. Kedua, penyewaan sepeda berbasis aplikasi dengan menggunakan scan QR code untuk membuka gembok sepeda. “Ketiga, pengguna harus memiliki saldo awal minimal Rp50.000 pada aplikasi gowes,” jelasnya.
Untuk tahap awal, Dishub menyiapkan 25 lokasi parkir sepeda yang tersebar di beberapa titik Kota Surabaya. Yakni, Jl Tunjungan dekat Halte Siola, Gedung Parkir Genteng Kali, Jl Wijaya Kusuma, Jl Jimerto, Depan Taman Surya, Depan Grahadi atau Balai Pemuda, Jl Basuki Rahmat dekat Halte Tunjungan Plaza, akses samping KFC basuki Rahmat, Jl Basuki Rahmat dekat Halte Basuki Rahmat (Hotel Bumi), Taman Bungkul, Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), serta depan Kebun Binatang Surabaya (KBS). (Lihat videonya: Fenomena Hujan Deras Disertai Butiran Es Landa Cimahi)
Di samping itu, terdapat pula di Taman Bambu Runcing Sisi Timur, depan Delta Plaza, dekat Halte Dukuh Menanggal, dekat Halte Graha Pena, dekat Halte Royal Plaza, Jl Mayjend Sungkono dekat Halte Vida, Gedung Park & Ride Mayjend Sungkono, Jl Mayjend Jonosewojo dekat Perkantoran/Ruko, Tempat Parkir Adityawarman, Jl Gubeng dekat Taman Lansia, Jl Sulawesi dekat Taman Persahabatan, Tempat Parkir Lapangan Hoki dan depan Stasiun Gubeng Lama. (Aan Haryono)
(ysw)
Lihat Juga :