Kisah Tito Menyimpan dan Merawat Surat Nikah-Cerai Inggit dan Soekarno
Kamis, 24 September 2020 - 22:29 WIB
loading...
A
A
A
Inggit setia mendampingi Seokarno selama mengarungi perjuangan memerdekakan Indonesia. Betapa tidak, Inggit membiayai kuliah Soekarno di Technische Hoge School, sekarang Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mendukung aktivitas politik sang proklamator di Perserikatan Indonesia yang lalu berubah menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI).
Bahkan, Inggit mendanai perjuangan Soekarno mendapatkan keadilan saat dijebloskan ke penjara Banceuy dan menyusun pleiodi atau pembelaaan yang terkenal dengan judul "Indonesia Menggoegat".
Tak sampai di situ saja, Inggit pun setia, tabah, dan sabar mendampingi Soekarno saat dibuang ke Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 1935 dan Bengkulu pada 1938.
Namun biduk rumah tangga Inggit dan Soekarno harus berakhir pada 29 Januari 1943 setelah Presiden pertama RI tersebut memutuskan menikahi Fatmawati.
Sebagai perhanggaan atas kesetiaan dan pengorbanannya, Inggit mendapattanda kehormatan pertama dari pemerintah kepada Inggit Garnasih berupa Satyalencana Perintis Kemerdekaan pada 1961. Tanda kehormatan ini diberikan langsung oleh mantan suaminya, Presiden Soekarno di Istana Negara.
Kemudianpada 11 Agustus 1997, setelah Inggit Garnasih wafat, pemerintah menganugerahkan Tanda Kehormatan “Bintang Mahaputera Utama” berdasarkan keputusan Presiden RI No. 073/TK/1997. Tanda kehormatan ini diserahkan pada 10 November 1997 di Istana Negara dan diterima ahli warisnya, Ratna Juami, anak angkat pasangan Inggit Garnasih dan Soekarno.
Bahkan, Inggit mendanai perjuangan Soekarno mendapatkan keadilan saat dijebloskan ke penjara Banceuy dan menyusun pleiodi atau pembelaaan yang terkenal dengan judul "Indonesia Menggoegat".
Tak sampai di situ saja, Inggit pun setia, tabah, dan sabar mendampingi Soekarno saat dibuang ke Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 1935 dan Bengkulu pada 1938.
Namun biduk rumah tangga Inggit dan Soekarno harus berakhir pada 29 Januari 1943 setelah Presiden pertama RI tersebut memutuskan menikahi Fatmawati.
Sebagai perhanggaan atas kesetiaan dan pengorbanannya, Inggit mendapattanda kehormatan pertama dari pemerintah kepada Inggit Garnasih berupa Satyalencana Perintis Kemerdekaan pada 1961. Tanda kehormatan ini diberikan langsung oleh mantan suaminya, Presiden Soekarno di Istana Negara.
Kemudianpada 11 Agustus 1997, setelah Inggit Garnasih wafat, pemerintah menganugerahkan Tanda Kehormatan “Bintang Mahaputera Utama” berdasarkan keputusan Presiden RI No. 073/TK/1997. Tanda kehormatan ini diserahkan pada 10 November 1997 di Istana Negara dan diterima ahli warisnya, Ratna Juami, anak angkat pasangan Inggit Garnasih dan Soekarno.
(awd)
Lihat Juga :