Kisah Tito Menyimpan dan Merawat Surat Nikah-Cerai Inggit dan Soekarno
Kamis, 24 September 2020 - 22:29 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan surat pernikahan Inggit-Soekarno dikukuhkan dengan Soerat Keterangan Kawin No. 1138 tertanggal 24 Maret 1923 berbahasa Sunda dan bermaterai 15 sen.
![Kisah Tito Menyimpan dan Merawat Surat Nikah-Cerai Inggit dan Soekarno]()
Inggit Garnasih dan Soekarno. Foto/Arsip Sejarah/Sampoer Merah
Pernikahan itu berlangsung di rumah orang tua Inggit, Jalan Javaveem (sekarang Jalan Viaduct), Kota Bandung. "Surat nikah dan cerai ini bernilai historis karena menyangkut tokoh bangsa. Namun bukan dokumen milik negara," tutur Tito.
Seperti diberitakan sebelumnya, kabar penjualan dokumen itu diunggah oleh akun Instagram @popstroerindo, pada Rabu (22/9). Dalam unggahan terlihat sebuah surat perjanjian yang menyebutkan pihak pertama, Sukarno, menjatuhkan talak cerai kepada pihak kedua, Inggit Garnasih.
Tito mengungkap alasan rencana menjual surat pernikahan dan perceraian Inggit-Soekarno. Menurut Tito, rencana ini didorong oleh wasiat almarhumah Inggit membangun klinik bersalin dan sekolah.
Namun sampai saat ini dua wasiat almarhumah Inggit belum terealisasi. Karena itu, Tito berencana menjual dokumen serta barang-barang peninggalan Inggit dan dananya akan digunakan membangun klinik bersalin dan sekolah tersebut.
Sementara itu, dalam catatan sejarah, keberadaan Inggit Garnasih, perempuan cantik kelahiran Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 17 Februari 1888 ini, tak bisa dipandang sebelah mata.

Inggit Garnasih dan Soekarno. Foto/Arsip Sejarah/Sampoer Merah
Pernikahan itu berlangsung di rumah orang tua Inggit, Jalan Javaveem (sekarang Jalan Viaduct), Kota Bandung. "Surat nikah dan cerai ini bernilai historis karena menyangkut tokoh bangsa. Namun bukan dokumen milik negara," tutur Tito.
Seperti diberitakan sebelumnya, kabar penjualan dokumen itu diunggah oleh akun Instagram @popstroerindo, pada Rabu (22/9). Dalam unggahan terlihat sebuah surat perjanjian yang menyebutkan pihak pertama, Sukarno, menjatuhkan talak cerai kepada pihak kedua, Inggit Garnasih.
Tito mengungkap alasan rencana menjual surat pernikahan dan perceraian Inggit-Soekarno. Menurut Tito, rencana ini didorong oleh wasiat almarhumah Inggit membangun klinik bersalin dan sekolah.
Namun sampai saat ini dua wasiat almarhumah Inggit belum terealisasi. Karena itu, Tito berencana menjual dokumen serta barang-barang peninggalan Inggit dan dananya akan digunakan membangun klinik bersalin dan sekolah tersebut.
Sementara itu, dalam catatan sejarah, keberadaan Inggit Garnasih, perempuan cantik kelahiran Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 17 Februari 1888 ini, tak bisa dipandang sebelah mata.
Lihat Juga :