Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
Kamis, 02 Juli 2026 - 09:13 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini Provinsi Bengkulu memiliki areal perkebunan sawit sekitar 338.992 hektare dengan produksi mencapai sekitar 1,04 juta ton crude palm oil (CPO). Karena itu, peningkatan kemampuan pekebun dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Selain materi budidaya dan pemetaan, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai tata kelola perkebunan berkelanjutan sebagai persiapan menghadapi implementasi sertifikasi ISPO.
Sedangkan Koordinator Pengembangan Kelapa Sawit mewakili Direktorat Jenderal Perkebunan, Mula Putra mengatakan produktivitas sawit nasional yang saat ini berada di kisaran 3,3 hingga 3,5 ton per hektare masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan apabila kualitas sumber daya manusia terus diperkuat.
Tak hanya mengajarkan kemampuan teknis, program ini juga membekali peserta dengan pelatihan kepemimpinan, komunikasi, hingga penguatan kerja sama antarpekebun. Harapannya, para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan ilmu kepada petani lain di wilayahnya.
Melalui program ini, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan DGL Learning Institute berharap para pekebun mampu mengelola kebun secara lebih modern, memanfaatkan teknologi pemetaan, menerapkan praktik budidaya berkelanjutan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan.
Selain materi budidaya dan pemetaan, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai tata kelola perkebunan berkelanjutan sebagai persiapan menghadapi implementasi sertifikasi ISPO.
Sedangkan Koordinator Pengembangan Kelapa Sawit mewakili Direktorat Jenderal Perkebunan, Mula Putra mengatakan produktivitas sawit nasional yang saat ini berada di kisaran 3,3 hingga 3,5 ton per hektare masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan apabila kualitas sumber daya manusia terus diperkuat.
Tak hanya mengajarkan kemampuan teknis, program ini juga membekali peserta dengan pelatihan kepemimpinan, komunikasi, hingga penguatan kerja sama antarpekebun. Harapannya, para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan ilmu kepada petani lain di wilayahnya.
Melalui program ini, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan DGL Learning Institute berharap para pekebun mampu mengelola kebun secara lebih modern, memanfaatkan teknologi pemetaan, menerapkan praktik budidaya berkelanjutan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan.
(rca)
Lihat Juga :