Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
Kamis, 02 Juli 2026 - 09:13 WIB
loading...
Sebanyak 150 pekebun kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bangkulu mendapat pelatihan teknik budidaya modern dan memetakan kebun menggunakan teknologi. Foto: Istimewa
A
A
A
BENGKULU - Sebanyak 150 pekebun kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bangkulu mendapat pelatihan teknik budidaya modern dan memetakan kebun menggunakan teknologi. Pelatihan ini dilaksanakan melalui Program Pengembangan sumber daya manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, dan Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute).
Pelatihan berlangsung di Kota Bengkulu dan dibagi menjadi dua kelas. Sebanyak 90 peserta mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit pada 28 Juni hingga 3 Juli 2026. Sedangkan 60 peserta lainnya mengikuti Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit pada 28 Juni hingga 2 Juli 2026.
Baca juga: Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Direktur Utama Daya Guna Lestari, M. Gema Aliza Putra mengatakan, pelatihan ini dirancang agar para pekebun tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa langsung diterapkan setelah kembali ke kebun masing-masing.
Menurutnya, peserta akan mempraktikkan berbagai teknik budidaya, mulai dari pembuatan pancang tanam sesuai standar hingga belajar menyusun peta kebun secara utuh. Hasil pemetaan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai dokumen penting dalam pengelolaan perkebunan.
"Kami ingin peserta pulang bukan hanya membawa sertifikat, tetapi juga membawa kemampuan yang benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas kebun," ujar Gema dalam keterangannya, Kamis (2/6/2026).
Ia menjelaskan, proses pembelajaran juga didukung sistem digital melalui Learning Management System (LMS). Setelah pelatihan selesai, peserta tetap mendapatkan pendampingan agar ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan di lapangan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Binagransya mengapresiasi penyelenggaraan program tersebut. Ia berharap jumlah penerima manfaat terus bertambah karena peningkatan kapasitas petani dinilai sangat penting bagi kemajuan sektor perkebunan di daerah.
"Tahun ini sekitar 150 peserta mengikuti pelatihan dan target keseluruhan mencapai kurang lebih 400 orang. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak pekebun yang mendapatkan manfaat," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita menilai peningkatan kualitas SDM menjadi kebutuhan mendesak mengingat Bengkulu merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit nasional.
Saat ini Provinsi Bengkulu memiliki areal perkebunan sawit sekitar 338.992 hektare dengan produksi mencapai sekitar 1,04 juta ton crude palm oil (CPO). Karena itu, peningkatan kemampuan pekebun dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Selain materi budidaya dan pemetaan, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai tata kelola perkebunan berkelanjutan sebagai persiapan menghadapi implementasi sertifikasi ISPO.
Sedangkan Koordinator Pengembangan Kelapa Sawit mewakili Direktorat Jenderal Perkebunan, Mula Putra mengatakan produktivitas sawit nasional yang saat ini berada di kisaran 3,3 hingga 3,5 ton per hektare masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan apabila kualitas sumber daya manusia terus diperkuat.
Tak hanya mengajarkan kemampuan teknis, program ini juga membekali peserta dengan pelatihan kepemimpinan, komunikasi, hingga penguatan kerja sama antarpekebun. Harapannya, para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan ilmu kepada petani lain di wilayahnya.
Melalui program ini, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan DGL Learning Institute berharap para pekebun mampu mengelola kebun secara lebih modern, memanfaatkan teknologi pemetaan, menerapkan praktik budidaya berkelanjutan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, dan Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute).
Pelatihan berlangsung di Kota Bengkulu dan dibagi menjadi dua kelas. Sebanyak 90 peserta mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit pada 28 Juni hingga 3 Juli 2026. Sedangkan 60 peserta lainnya mengikuti Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit pada 28 Juni hingga 2 Juli 2026.
Baca juga: Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Direktur Utama Daya Guna Lestari, M. Gema Aliza Putra mengatakan, pelatihan ini dirancang agar para pekebun tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa langsung diterapkan setelah kembali ke kebun masing-masing.
Menurutnya, peserta akan mempraktikkan berbagai teknik budidaya, mulai dari pembuatan pancang tanam sesuai standar hingga belajar menyusun peta kebun secara utuh. Hasil pemetaan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai dokumen penting dalam pengelolaan perkebunan.
"Kami ingin peserta pulang bukan hanya membawa sertifikat, tetapi juga membawa kemampuan yang benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas kebun," ujar Gema dalam keterangannya, Kamis (2/6/2026).
Ia menjelaskan, proses pembelajaran juga didukung sistem digital melalui Learning Management System (LMS). Setelah pelatihan selesai, peserta tetap mendapatkan pendampingan agar ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan di lapangan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Binagransya mengapresiasi penyelenggaraan program tersebut. Ia berharap jumlah penerima manfaat terus bertambah karena peningkatan kapasitas petani dinilai sangat penting bagi kemajuan sektor perkebunan di daerah.
"Tahun ini sekitar 150 peserta mengikuti pelatihan dan target keseluruhan mencapai kurang lebih 400 orang. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak pekebun yang mendapatkan manfaat," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita menilai peningkatan kualitas SDM menjadi kebutuhan mendesak mengingat Bengkulu merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit nasional.
Saat ini Provinsi Bengkulu memiliki areal perkebunan sawit sekitar 338.992 hektare dengan produksi mencapai sekitar 1,04 juta ton crude palm oil (CPO). Karena itu, peningkatan kemampuan pekebun dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Selain materi budidaya dan pemetaan, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai tata kelola perkebunan berkelanjutan sebagai persiapan menghadapi implementasi sertifikasi ISPO.
Sedangkan Koordinator Pengembangan Kelapa Sawit mewakili Direktorat Jenderal Perkebunan, Mula Putra mengatakan produktivitas sawit nasional yang saat ini berada di kisaran 3,3 hingga 3,5 ton per hektare masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan apabila kualitas sumber daya manusia terus diperkuat.
Tak hanya mengajarkan kemampuan teknis, program ini juga membekali peserta dengan pelatihan kepemimpinan, komunikasi, hingga penguatan kerja sama antarpekebun. Harapannya, para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan ilmu kepada petani lain di wilayahnya.
Melalui program ini, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan DGL Learning Institute berharap para pekebun mampu mengelola kebun secara lebih modern, memanfaatkan teknologi pemetaan, menerapkan praktik budidaya berkelanjutan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan.
(rca)
Lihat Juga :