Mengaku Bisa Gandakan Uang, Residivis Tipu Korbannya Ratusan Juta
Senin, 21 September 2020 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Ngamuk Saat Tes Urine, Pengunjung Bar Positif Narkoba )
Penipuan itu bermula saat Harim Bhava berkenalan dengan SYD April 2020. SYD kepada Harim Bhava mengaku bisa menggandakan uang melalui ritual dengan media bethoro karang, rantai babi, batu akik dan candu. Pelaku juga menggunakan minyak jafaron, kembang setaman, kendi dan telur ayam kampung.
"Agar korban semakin yakin, pelaku kemudian memperagakan ritual tersebut dengan beberapa trik yang berhasil dikuasainya," terangnya. Pertama korban memasukan akik ke dalam telur yang dipecah. Kemudian tanpa sepengetahuan korban, batu akik yang dibawa oleh pelaku segera dimasukan ke dalam telur seolah-olah batu akik itu berasal dari dalam telur.
Pelaku ini juga menggunakan betoro karang, dan rantai babi, serta kembang setaman. Korban lantas disuruh keluar dari ruangan ritual, kesempatan tersebut digunakan pelaku untuk membuang betoro karang dan rantai babi. "Saat korban masuk ruangan, pelaku mengaku betoro karang dan rantai babi sudah manjing," katanya.
Trik berikutnya, pelaku membakar candu sampai asap memenuhi ruangan ritual, sehingga pelaku leluasa menggerakan kendi seolah-olah kendi bisa bergerak sendiri. Pelaku juga menggunakan trik memasuan uang dalam kardus.
"Kardus kosong itu diganjal kardus yang lebih kecil dan memasukan uang Rp3 juta. Tanpa sepengetahuan korban, pelaku mengambil uang itu dan seolah-olah uang hilang," tandasnya. (Baca juga: Ada Lonjakan Kasus COVID-19, 1 Kecamatan di Madura Lockdwon )
Penipuan itu bermula saat Harim Bhava berkenalan dengan SYD April 2020. SYD kepada Harim Bhava mengaku bisa menggandakan uang melalui ritual dengan media bethoro karang, rantai babi, batu akik dan candu. Pelaku juga menggunakan minyak jafaron, kembang setaman, kendi dan telur ayam kampung.
"Agar korban semakin yakin, pelaku kemudian memperagakan ritual tersebut dengan beberapa trik yang berhasil dikuasainya," terangnya. Pertama korban memasukan akik ke dalam telur yang dipecah. Kemudian tanpa sepengetahuan korban, batu akik yang dibawa oleh pelaku segera dimasukan ke dalam telur seolah-olah batu akik itu berasal dari dalam telur.
Pelaku ini juga menggunakan betoro karang, dan rantai babi, serta kembang setaman. Korban lantas disuruh keluar dari ruangan ritual, kesempatan tersebut digunakan pelaku untuk membuang betoro karang dan rantai babi. "Saat korban masuk ruangan, pelaku mengaku betoro karang dan rantai babi sudah manjing," katanya.
Trik berikutnya, pelaku membakar candu sampai asap memenuhi ruangan ritual, sehingga pelaku leluasa menggerakan kendi seolah-olah kendi bisa bergerak sendiri. Pelaku juga menggunakan trik memasuan uang dalam kardus.
"Kardus kosong itu diganjal kardus yang lebih kecil dan memasukan uang Rp3 juta. Tanpa sepengetahuan korban, pelaku mengambil uang itu dan seolah-olah uang hilang," tandasnya. (Baca juga: Ada Lonjakan Kasus COVID-19, 1 Kecamatan di Madura Lockdwon )
Lihat Juga :