Tidak Lama Lagi, Geopark Maros-Pangkep Akan Diakui Dunia

Sabtu, 19 September 2020 - 21:15 WIB
loading...
Tidak Lama Lagi, Geopark...
Geopark Maros dan Pangkep segera masuk sebagai Global Geopark. Foto: Sindonews/dok
A A A
MAKASSAR - Tim United Nations Educational Scientific and Cultural Organizations (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Dunia telah melakukan uji kelayakan Geopark Maros-Pangkep di Makassar, Sulawesi Selatan, terkait kesiapannya masuk dalam jaringan Global Geopark.

Kepala Dinas Pariwisata Pangkep, Ahmad Djaman mengungkapkan,tim dari UNESCO memberikan waktu 6 bulan untuk melengkapi berbagai persyaratan agar Geopark Maros-Pangkep bisa berubah menjadi Global Geopark atau diakui dunia.

Baca Juga: Gubernur Dukung Penuh Geopark Maros Pangkep Menuju Pariwisata Dunia

"Jadi mereka (tim UNESCO ) meminta agar melengkapi beberapa hal yang jadi syarat menjadi Global Geopark ," katanya.

Beberapa persyaratan yang diminta tim diantaranya terkait kesiapan sarana dan prasarana, akses jalan menuju lokasi, daya tarik, kesiapan objek wisata termasuk kesiapan masyarakatnya.

"Ada sejumlah hal yang dipersyaratkan, seperti papan nama, akses jalan sehingga melibatkan banyak pihak termasuk Dinas Perhubungan untuk membuat rambu-rambu menuju lokasi geopark," ujarnya.

Seperti yang diketahui, Badan Pengelola Geopark Nasional Maros Pangkep yang dibentuk Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, telah mengajukan berkas permohonan kepada International Geoscience and Geoparks Programme (IGGP) UNESCO di Paris, Prancis.

"Jadi sementara dalam proses. Kami dari Pemkab Pangkep tentunya fokus melengkapi segala persyaratan agar Geopark Maros Pangkep ini bisa mendunia," sebutnya.

Sebelumnya, Geopark Maros-Pangkep telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia pada November 2017. Gubernur pun mengeluarkan Surat Keputusan tentang Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep.

Baca Juga: Kaldera Toba Ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark

Jika berhasil masuk daftar Global Geopark UNESCO , Ahmad Djaman berharap Geopark Maros Pangkep dapat dimanfaatkan sebagai lokasi penelitian situs budaya sekaligus pengembangan pariwisata sekitarnya.

"Kalau sudah masuk global geopark oleh UNESCO, maka tentunya akan lebih mudah dalam menggaet wisatawan mancanegara. Jadi Global Geopark itu bisa berbeda jika statusnya warisan dunia. Global geopark ini bisa dimanfaatkan seperti penelitian situs budaya dan dari sektor pariwisatanya," jelasnya.

Ia juga mengajak pihak berwenang dan masyarakat sekitar untuk berkomitmen menjaga kelestarian alam dan lingkungan di Geopark Maros Pangkep .

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah ikut mendukung penuh Geopark Maros Pangkep menuju pariwisata dunia.

"Geopark ini adalah bagaimana memuliakan alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, itulah misi Geopark sebenarnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur bisa dilakukan, tapi yang paling penting harus dijaga adalah bagaimana tetap menjaga keaslian situs budaya dan kearifan lokalnya.

"Geopark Maros Pangkep ini sangat banyak destinasinya. Makanya saya bilang ini harus betul-betul dijaga keaslian dan kearifan lokalnya. Jangan sampai karena kita membangun kawasan wisata tapi mengubah fungsi," pungkasnya.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Geopark Toba Kembali...
Geopark Toba Kembali Green Card, Masyarakat Harus Dapat Lebih Banyak Manfaat
MNC Peduli dan MNC Land...
MNC Peduli dan MNC Land Adakan Giat Literasi di SDN Pangarakan 02 Srogol Cigombong
Peringatan Hari Tempe...
Peringatan Hari Tempe Nasional di Balikpapan, Akmal Malik: Jadikan Panganan Generasi Emas!
6 Juni 2024, Puncak...
6 Juni 2024, Puncak Hari Tempe Nasional Dipusatkan di Balikpapan Kaltim
Solo Dinobatkan Jadi...
Solo Dinobatkan Jadi UNESCO CCN, Sandiaga Bidik Solo Menari Event Internasional
Sumbu Filosofi Yogyakarta...
Sumbu Filosofi Yogyakarta Resmi Jadi Warisan Budaya Dunia, Begini Respons Sultan HB X
Wakili Kaum Muda, Joshua...
Wakili Kaum Muda, Joshua SEVENTEEN Akan Berpidato di Markas UNESCO Paris
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
Iran Desak UNESCO Kutuk...
Iran Desak UNESCO Kutuk Ancaman Israel Serang Jalur Kereta Api, Pakar Peringatkan Kejahatan Perang
Rekomendasi
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved