Pernikahan Berujung Maut di Wajo, Tuan Rumah Tewas Ditusuk Tamu

loading...
Pernikahan Berujung Maut di Wajo, Tuan Rumah Tewas Ditusuk Tamu
Muh Sandi meninggal dunia akibat ditikam temannya, Andi Nursan. Foto/SINDOnews/Amnar Sengkang
WAJO - Pesta pernikahan di Desa Cappabulue, Kecamatan Tempe, KabupatenWajo, Sulawesi Selatan, pada Kamis (17/9/2020) dini hari, yang semula berlangsung bahagia akhirnya berujung duka.

Pasalnya, seusai pesta, terjadi peristiwa berdarah, tuan rumah Muh Sandi (24) tewas ditusuk menggunakan badik oleh pelaku Andi Nursan (43).

(BACA JUGA :Seorang Gadis Muslim Somalia Diperkosa 11 Pria, lalu Dilempar dari Lantai 6)
(BACA JUGA:Rentetan Pembunuhan Sadis, Bupati Intan Jaya Kecam Aksi Brutal KKSB)

Peristiwa ini berawal saat korban Muh Sandi mengundang pelaku Andi Nursan untuk datang di pesta perkawinan kerabatnya pada Rabu (16/9/2020) malam. (BACA JUGA:Polisi Amankan 5 Orang Terkait Kerusuhan di Kendari)



Saat itu rombangan Nursan yang berangkat dari Kabupaten Soppeng, hadir. Setelah pesta selesai, tuan rumah menawarkan Nursan dan rekannya menenggak minuman keras (miras) tradisional jenis ballo. (BACA JUGA:2 Anggota Polisi Terluka saat Kerusuhan di Kendari)

Tanpa alasan jelas selang beberapa jam kemudian, terjadi keributan antara tuan rumah Muh Sandi dengan Nursan. Hingga akhirnya terjadilah penusukan yang dilakukan Nursan terhadap korban Muh Sandi.

Kapolres Wajo AKBP Muhammad Islam mengatakan, pertikaian terjadi antara tuan rumah dan tamu undangan. "Dalam pertikaian itu, Nursan yang merasa terpojok kemudian mengeluarkan senjata tajam yang dibawa dari rumah dan langsung menusuk korban. Korban pun langsung terkapar bersimbah darah," kata Kapolres Wajo, Kamis (17/9/2020)



Pernikahan Berujung Maut di Wajo, Tuan Rumah Tewas Ditusuk Tamu

Tersangka Andi Nursan (duduk) diamankan di Mapolres Wajo. Foto/SINDOnews/Amnar Sengkang

Menurut AKBP Muhammad Islam, antara korban Muh Sandi dengan Nursan sebenarnya berteman. Korban Muh Sandi mengundang pelaku Nursan dari Soppeng. "Korban ditikam mengenai pinggang sebelah kiri bawah ketiak sebanyak satu kali. Muh Sandi sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi dinyatakan meninggal dunia," ujar AKBP Muhammad Islam.

Pascaperistiwa berdarah tersebut, tutur Kapolres Wajo, pelaku Nursan ditangkap sesaat setelah kejadian. Pelaku saat ini berada di sel tahanan Mapolres Wajo untuk penyidik lebih lanjut. "Untuk sementara, pasal yang diterapkan Pasal 338 KUHP jo Pasal 351 (3) KUHPidana tentang pembunuhan. Ancaman hukuman tujuh hingga 15 tahun penjara," tutur Kapolres Wajo.
(awd)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top