Dorong Mediasi, Tokoh Pemuda Muslim Sumut Minta Tak Ada Sweeping Lapak Daging
Kamis, 19 Februari 2026 - 22:27 WIB
loading...
A
A
A
Hasbi juga menekankan penataan usaha perdagangan merupakan kewenangan pemerintah daerah yang harus dilakukan sesuai regulasi, bukan melalui tekanan massa. Memasuki bulan suci Ramadhan, Hasbi mengajak seluruh elemen umat Islam untuk lebih mengedepankan sikap bijak dan menahan diri.
“Ramadhan adalah momentum untuk memperbaiki diri, bukan memperkeruh suasana. Umat Islam sebaiknya tidak terpancing melakukan tindakan anarkis,” ujarnya.
Ia menyarankan agar jika terdapat persoalan terkait lokasi atau tata kelola penjualan, langkah yang ditempuh adalah mediasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan perwakilan masyarakat. Hasbi mendorong Pemkot Medan segera memfasilitasi dialog terbuka agar aspirasi semua pihak dapat didengar tanpa menimbulkan konflik.
“Langkah terbaik adalah duduk bersama. Mediasi dengan para pelaku usaha warung makan dan pedagang jauh lebih konstruktif dibandingkan aksi lapangan yang berpotensi memicu keributan,” ujarnya. Baca juga: Gandeng Ormas Islam, Menag Bakal Samakan Metode Penetapan Awal Ramadan
Ia berharap situasi ini tidak berkembang menjadi konflik horizontal yang merugikan semua pihak. Terutama dalam menjaga kondusivitas Kota Medan sebagai kota multikultural. “Ketertiban harus dijaga, tapi dengan cara yang beradab dan sesuai hukum. Jangan sampai semangat ibadah justru ternodai oleh tindakan yang tidak mencerminkan nilai-nilai Islam,” tuturnya.
“Ramadhan adalah momentum untuk memperbaiki diri, bukan memperkeruh suasana. Umat Islam sebaiknya tidak terpancing melakukan tindakan anarkis,” ujarnya.
Ia menyarankan agar jika terdapat persoalan terkait lokasi atau tata kelola penjualan, langkah yang ditempuh adalah mediasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan perwakilan masyarakat. Hasbi mendorong Pemkot Medan segera memfasilitasi dialog terbuka agar aspirasi semua pihak dapat didengar tanpa menimbulkan konflik.
“Langkah terbaik adalah duduk bersama. Mediasi dengan para pelaku usaha warung makan dan pedagang jauh lebih konstruktif dibandingkan aksi lapangan yang berpotensi memicu keributan,” ujarnya. Baca juga: Gandeng Ormas Islam, Menag Bakal Samakan Metode Penetapan Awal Ramadan
Ia berharap situasi ini tidak berkembang menjadi konflik horizontal yang merugikan semua pihak. Terutama dalam menjaga kondusivitas Kota Medan sebagai kota multikultural. “Ketertiban harus dijaga, tapi dengan cara yang beradab dan sesuai hukum. Jangan sampai semangat ibadah justru ternodai oleh tindakan yang tidak mencerminkan nilai-nilai Islam,” tuturnya.
(poe)
Lihat Juga :