Kebumen Campus Festival 2026, PMKRI: Permudah Pelajar yang Ingin ke Perguruan Tinggi
Selasa, 20 Januari 2026 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
“Kegiatan ini diikuti lebih dari 550 peserta, dengan kehadiran 36 perguruan tinggi yang memeriahkan Kebumen Campus Festival ke-10 tahun 2026. Harapannya, ke depan kegiatan ini semakin meriah dengan keterlibatan pemerintah yang lebih masif untuk mendorong anak-anak sekolah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Menurut Susana, pendidikan tinggi tidak semata-mata soal capaian akademik, melainkan juga tentang kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, dan berkontribusi nyata bagi perubahan sosial.
“Mimpi adalah titik awal perubahan. Namun keberanian untuk berproses dan berpihak pada nilai kemanusiaan adalah kunci agar mimpi itu berdampak bagi banyak orang. Mahasiswa harus hadir sebagai subjek perubahan, bukan sekadar penonton sejarah,” tegas Susana.
Susana juga menyoroti peran festival kampus sebagai ruang refleksi dan konsolidasi gagasan lintas latar belakang. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan kompetensi, tetapi juga karakter, integritas, dan keberpihakan pada kelompok rentan.
“Indonesia ke depan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial. Kampus harus menjadi ruang lahirnya pemimpin yang berani bersuara dan bertindak demi keadilan sosial,” ucapnya.
Menurut Susana, pendidikan tinggi tidak semata-mata soal capaian akademik, melainkan juga tentang kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, dan berkontribusi nyata bagi perubahan sosial.
“Mimpi adalah titik awal perubahan. Namun keberanian untuk berproses dan berpihak pada nilai kemanusiaan adalah kunci agar mimpi itu berdampak bagi banyak orang. Mahasiswa harus hadir sebagai subjek perubahan, bukan sekadar penonton sejarah,” tegas Susana.
Susana juga menyoroti peran festival kampus sebagai ruang refleksi dan konsolidasi gagasan lintas latar belakang. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan kompetensi, tetapi juga karakter, integritas, dan keberpihakan pada kelompok rentan.
“Indonesia ke depan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial. Kampus harus menjadi ruang lahirnya pemimpin yang berani bersuara dan bertindak demi keadilan sosial,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :