Kebumen Campus Festival 2026, PMKRI: Permudah Pelajar yang Ingin ke Perguruan Tinggi
Selasa, 20 Januari 2026 - 09:45 WIB
loading...
Kebumen Campus Festival (KCF) 2026 resmi digelar. Foto/istimewa
A
A
A
KEBUMEN - Kebumen Campus Festival (KCF) 2026 resmi digelar. Kegiatan yang mengusung tema The Rise of Dreams ini sebagai upaya mengedukasi dan memotivasi pelajar SMA/SMK sederajat di Kabupaten Kebumen untuk berani melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani di Pendopo Kabumian, Kebumen ini ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan balon. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian besar KCF 2026 yang diikuti sekitar 1.500 pelajar dari berbagai sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen.
Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan parade 30 Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada) yang mengelilingi Alun-alun Pancasila. Parade ini menjadi simbol dukungan mahasiswa terhadap pelajar dalam meraih masa depan melalui pendidikan tinggi.
Baca juga: Cetak SDM Unggul, Program Transmigrasi Patriot Kementrans Gandeng 10 PTN
Kebumen Campus Festival 2026 menghadirkan beragam kegiatan inspiratif, mulai dari seminar kepemudaan, campus expo perguruan tinggi, hingga hiburan edukatif. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang belajar kolektif bagi pelajar untuk mengenal dunia kampus sekaligus membangun visi masa depan.
Puncak kegiatan KCF 2026 ditandai dengan closing ceremony yang berlangsung meriah di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kebumen pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Seminar utama KCF 2026 mengangkat tema Menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045 melalui Transformasi Generasi Muda Daerah menghadirkan sejumlah narasumber kompeten. Di antaranya Ketua Bapemperda DPRD Kebumen M. Fauhan Fawaqi, figur penguatan karakter Maria Meriarti Restu, motivator muda Muhammad Lutfi, serta Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Susana Florika Marianti Kandaimu.
Lihat video: Taklimat Prabowo Kepada Pimpinan Perguruan Tinggi: Harus Berperan Nyata Dalam Pembangunan
Dalam kesempatan tersebut, Susana Florika Marianti Kandaimu, Ketua Presidium PP PMKRI periode 2024–2026, hadir sebagai pemateri inspiratif. Susana menekankan pentingnya kepemimpinan, kesadaran sosial, serta semangat pengabdian kepada masyarakat sebagai bekal utama mahasiswa sebelum memasuki dunia kampus.
Susana juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, atas dukungan dan kehadiran dalam pembukaan seremonial KCF 2026. Menurut Susana, festival kampus ini diharapkan dapat menjadi program unggulan tahunan pemerintah daerah guna mempermudah akses informasi dan edukasi bagi pelajar yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
"Salah satu kondisi anak bangsa adalah keterbatasan biaya studi tingkat sekolah hingga perguruan tinggi. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius baik tingkat daerah hingga nasional bahwa anak Indonesia harus mendapatkan pendidikan yang layak, keterbukaan informasi beasiswa harus sampai ke semua daerah di indonesia dari kementerian, sangatlah penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Susana juga mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana dan Dewan Pertimbangan Organisasi se-Kabupaten Kebumen atas kerja kolektif yang solid sehingga rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 11 hingga 17 Januari 2026 dapat berjalan dengan baik, lancar, dan aman.
“Kegiatan ini diikuti lebih dari 550 peserta, dengan kehadiran 36 perguruan tinggi yang memeriahkan Kebumen Campus Festival ke-10 tahun 2026. Harapannya, ke depan kegiatan ini semakin meriah dengan keterlibatan pemerintah yang lebih masif untuk mendorong anak-anak sekolah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Menurut Susana, pendidikan tinggi tidak semata-mata soal capaian akademik, melainkan juga tentang kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, dan berkontribusi nyata bagi perubahan sosial.
“Mimpi adalah titik awal perubahan. Namun keberanian untuk berproses dan berpihak pada nilai kemanusiaan adalah kunci agar mimpi itu berdampak bagi banyak orang. Mahasiswa harus hadir sebagai subjek perubahan, bukan sekadar penonton sejarah,” tegas Susana.
Susana juga menyoroti peran festival kampus sebagai ruang refleksi dan konsolidasi gagasan lintas latar belakang. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan kompetensi, tetapi juga karakter, integritas, dan keberpihakan pada kelompok rentan.
“Indonesia ke depan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial. Kampus harus menjadi ruang lahirnya pemimpin yang berani bersuara dan bertindak demi keadilan sosial,” ucapnya.
Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani di Pendopo Kabumian, Kebumen ini ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan balon. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian besar KCF 2026 yang diikuti sekitar 1.500 pelajar dari berbagai sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen.
Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan parade 30 Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada) yang mengelilingi Alun-alun Pancasila. Parade ini menjadi simbol dukungan mahasiswa terhadap pelajar dalam meraih masa depan melalui pendidikan tinggi.
Baca juga: Cetak SDM Unggul, Program Transmigrasi Patriot Kementrans Gandeng 10 PTN
Kebumen Campus Festival 2026 menghadirkan beragam kegiatan inspiratif, mulai dari seminar kepemudaan, campus expo perguruan tinggi, hingga hiburan edukatif. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang belajar kolektif bagi pelajar untuk mengenal dunia kampus sekaligus membangun visi masa depan.
Puncak kegiatan KCF 2026 ditandai dengan closing ceremony yang berlangsung meriah di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kebumen pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Seminar utama KCF 2026 mengangkat tema Menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045 melalui Transformasi Generasi Muda Daerah menghadirkan sejumlah narasumber kompeten. Di antaranya Ketua Bapemperda DPRD Kebumen M. Fauhan Fawaqi, figur penguatan karakter Maria Meriarti Restu, motivator muda Muhammad Lutfi, serta Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Susana Florika Marianti Kandaimu.
Lihat video: Taklimat Prabowo Kepada Pimpinan Perguruan Tinggi: Harus Berperan Nyata Dalam Pembangunan
Dalam kesempatan tersebut, Susana Florika Marianti Kandaimu, Ketua Presidium PP PMKRI periode 2024–2026, hadir sebagai pemateri inspiratif. Susana menekankan pentingnya kepemimpinan, kesadaran sosial, serta semangat pengabdian kepada masyarakat sebagai bekal utama mahasiswa sebelum memasuki dunia kampus.
Susana juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, atas dukungan dan kehadiran dalam pembukaan seremonial KCF 2026. Menurut Susana, festival kampus ini diharapkan dapat menjadi program unggulan tahunan pemerintah daerah guna mempermudah akses informasi dan edukasi bagi pelajar yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
"Salah satu kondisi anak bangsa adalah keterbatasan biaya studi tingkat sekolah hingga perguruan tinggi. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius baik tingkat daerah hingga nasional bahwa anak Indonesia harus mendapatkan pendidikan yang layak, keterbukaan informasi beasiswa harus sampai ke semua daerah di indonesia dari kementerian, sangatlah penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Susana juga mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana dan Dewan Pertimbangan Organisasi se-Kabupaten Kebumen atas kerja kolektif yang solid sehingga rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 11 hingga 17 Januari 2026 dapat berjalan dengan baik, lancar, dan aman.
“Kegiatan ini diikuti lebih dari 550 peserta, dengan kehadiran 36 perguruan tinggi yang memeriahkan Kebumen Campus Festival ke-10 tahun 2026. Harapannya, ke depan kegiatan ini semakin meriah dengan keterlibatan pemerintah yang lebih masif untuk mendorong anak-anak sekolah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Menurut Susana, pendidikan tinggi tidak semata-mata soal capaian akademik, melainkan juga tentang kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, dan berkontribusi nyata bagi perubahan sosial.
“Mimpi adalah titik awal perubahan. Namun keberanian untuk berproses dan berpihak pada nilai kemanusiaan adalah kunci agar mimpi itu berdampak bagi banyak orang. Mahasiswa harus hadir sebagai subjek perubahan, bukan sekadar penonton sejarah,” tegas Susana.
Susana juga menyoroti peran festival kampus sebagai ruang refleksi dan konsolidasi gagasan lintas latar belakang. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan kompetensi, tetapi juga karakter, integritas, dan keberpihakan pada kelompok rentan.
“Indonesia ke depan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial. Kampus harus menjadi ruang lahirnya pemimpin yang berani bersuara dan bertindak demi keadilan sosial,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :