Waduh, Ada Peternakan Babi dan Cucian Pasir di KKOP Bandara Hang Nadim

Selasa, 15 September 2020 - 20:54 WIB
loading...
Waduh, Ada Peternakan...
Penertiban KKOP Bandara Hang Nadim oleh Lanud Hang Nadim dan BP Batam, Selasa (15/9/20). Foto/SINDOnews/Dicky Sigit Rakasiwi
A A A
BATAM - Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) yang harusnyasteril dan bersih dari segala aktivitas. Di KKOP Bandara Hang Nadim , Batam justru banyak aktivitas illegal, mulai dari peternakan babi, pemukiman masyarakat hingga pencucian pasir.

Pangkalan Udara (Lanud) Hang Nadim, Batam dan Ditpam BP Batam pun melaksanakan penertibkan KKOP, termasuk lokasi yang bersinggungan dengan pemukimanan masyarakat yang berada di sekitar landasan pacu Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (15/9/2020). (Baca juga: Gubernur Bali Berencana Batasi Kembali Kunjungan ke Obyek Wisata)
Waduh, Ada Peternakan Babi dan Cucian Pasir di KKOP Bandara Hang Nadim

Operasi penertiban kali ini merupakan tindak lanjut dari penertiban yang sudah dilaksanakan seminggu yang lalu. Menurut informasi dari salah satu personel Ditpam BP Batam, imbauan berupa surat resmi sudah pernah dilayangkan ke masyarakat sekitar landasan. Terutama bagi pengelola lahan bahwa pengelolaan lahan di sekitar landasan tanpa izin merupakan tindakan melanggar hukum. (Baca juga: Ditanya Kekayaan Pribadi, Penantang Gibran Ini Ngaku Hanya Penjahit Kampung)

"Hasil dari penertiban kali ini sangat mengejutkan bagi petugas dari Lanud Hang Nadim maupun dari Ditpam BP Batam," ujar Danlanud Hang Nadim Batam Letkol Pnb Urip Widoso, Selasa (15/9/2020).

Dia menjelaskan bahwa penggunaan atau pengelolaan lahan di sekitar landasan pacu Bandara Hang Nadim ternyata terdapat semacam pungli atau sewa yang dilakukan oleh oknum tertentu. Informasi yang diperoleh dari pengelola lahan yang berinisial SC, tarif sewa lahan sebesar Rp1,5 juta dan dibayarkan kepada oknum berinisial MT. "Pihak MT belum dapat dikonfirmasi tentang sewa-menyewa lahan di sekitar landasan pacu tersebut," ujar Danlanud.

Tak puas sampai disitu, tim merangsek ke lokasi lebih dalam dan didapatkan peternakan babi di beberapa titik, serta tempat pencucian pasir. Sementara pemilik dari peternakan babi masih belum dapat dikonfirmasi. Namun melalui pekerja penjaga peternakan babi, pihak Lanud Hang Nadim sudah memberikan peringatan secara lisan dan persuasif agar peternakan tersebut segera di bersihkan atau dibongkar dengan suka rela.

"Kami berikan kesempatan dan kelonggaran waktu selama satu minggu kepada pengelola peternakan agar segera membongkar dan membersihkan lahan tersebut dari aktivitas tak berizin. Termasuk kegiatan sewa-menyewa lahan, harus kita benahi," tegas Urip.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli Pengendara di Jakbar Biar Gak Menjamur!
Sampaikan Aspirasi,...
Sampaikan Aspirasi, Pekerja PTPN IV di Cot Girek Datangi Kantor Bupati Aceh Utara
Diterpa Isu Pungli,...
Diterpa Isu Pungli, Imigrasi Batam Perkuat Layanan ImmiCare Jemput Bola untuk Pasien
Pungli Mobil Derek di...
Pungli Mobil Derek di Tol Semarang-Solo, Jasa Marga Telusuri Oknum Pelaku
Viral Aksi Pungli di...
Viral Aksi Pungli di Kota Tua, Pramono: Nggak Ada Kompromi Saya Akan Bebas Tugaskan
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
DPR: Tindak Tegas Pungutan...
DPR: Tindak Tegas Pungutan Liar saat Pelaksanaan Ibadah Haji
Rekomendasi
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Pelatih Korea Selatan...
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Berita Terkini
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved