Waduh, Ada Peternakan Babi dan Cucian Pasir di KKOP Bandara Hang Nadim

loading...
Waduh, Ada Peternakan Babi dan Cucian Pasir di KKOP Bandara Hang Nadim
Penertiban KKOP Bandara Hang Nadim oleh Lanud Hang Nadim dan BP Batam, Selasa (15/9/20). Foto/SINDOnews/Dicky Sigit Rakasiwi
A+ A-
BATAM - Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) yang harusnyasteril dan bersih dari segala aktivitas. Di KKOP Bandara Hang Nadim,Batam justru banyak aktivitas illegal, mulai dari peternakan babi, pemukiman masyarakat hingga pencucian pasir.

Pangkalan Udara (Lanud) Hang Nadim,Batam dan Ditpam BP Batam pun melaksanakan penertibkan KKOP, termasuk lokasi yang bersinggungan dengan pemukimanan masyarakat yang berada di sekitar landasan pacu Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (15/9/2020). (Baca juga: Gubernur Bali Berencana Batasi Kembali Kunjungan ke Obyek Wisata)
Waduh, Ada Peternakan Babi dan Cucian Pasir di KKOP Bandara Hang Nadim

Operasi penertiban kali ini merupakan tindak lanjut dari penertiban yang sudah dilaksanakan seminggu yang lalu. Menurut informasi dari salah satu personel Ditpam BP Batam, imbauan berupa surat resmi sudah pernah dilayangkan ke masyarakat sekitar landasan. Terutama bagi pengelola lahan bahwa pengelolaan lahan di sekitar landasan tanpa izin merupakan tindakan melanggar hukum. (Baca juga: Ditanya Kekayaan Pribadi, Penantang Gibran Ini Ngaku Hanya Penjahit Kampung)

"Hasil dari penertiban kali ini sangat mengejutkan bagi petugas dari Lanud Hang Nadim maupun dari Ditpam BP Batam," ujar Danlanud Hang Nadim Batam Letkol Pnb Urip Widoso, Selasa (15/9/2020).

Dia menjelaskan bahwa penggunaan atau pengelolaan lahan di sekitar landasan pacu Bandara Hang Nadim ternyata terdapat semacam pungli atau sewa yang dilakukan oleh oknum tertentu. Informasi yang diperoleh dari pengelola lahan yang berinisial SC, tarif sewa lahan sebesar Rp1,5 juta dan dibayarkan kepada oknum berinisial MT. "Pihak MT belum dapat dikonfirmasi tentang sewa-menyewa lahan di sekitar landasan pacu tersebut," ujar Danlanud.

Tak puas sampai disitu, tim merangsek ke lokasi lebih dalam dan didapatkan peternakan babi di beberapa titik, serta tempat pencucian pasir. Sementara pemilik dari peternakan babi masih belum dapat dikonfirmasi. Namun melalui pekerja penjaga peternakan babi, pihak Lanud Hang Nadim sudah memberikan peringatan secara lisan dan persuasif agar peternakan tersebut segera di bersihkan atau dibongkar dengan suka rela.



"Kami berikan kesempatan dan kelonggaran waktu selama satu minggu kepada pengelola peternakan agar segera membongkar dan membersihkan lahan tersebut dari aktivitas tak berizin. Termasuk kegiatan sewa-menyewa lahan, harus kita benahi," tegas Urip.
(shf)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top