Imbas PSBB Jakarta, Disparbud KBB Pantau Wisatawan yang Berlibur ke Lembang
Senin, 14 September 2020 - 17:44 WIB
loading...
A
A
A
Begitupun ke objek wisata skala kecil yang dikelola pokdarwis atau komunitas yang pengunjungnya lokal, akan diterapkan prosedur yang sama. (Baca juga: Dede Yusuf Macan Effendi Siap Turun Gunung dan Mengaum Menangkan Bedas)
"Pastinya kondisi itu (PSBB) akan berpengaruh ke sektor wisata. Sekarang aja rata-rata tempat wisata hanya dikunjungi tamu sekitar 30% di saat weekend, padahal pemerintah sudah membolehkan hingga 50% dari kapasitas kawasan. Kalau dari data yang kami rangkum wisatawan ke KBB baru mencapai 1,2 juta dari 4,8 juta pada periode yang sama di tahun lalu," terangnya yang didampingi Kabid Pariwisata David Oot.
Sementara itu, owner Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Eko Supriyanto mengaku, meski PSBB Jakarta diberlakukan mulai Senin (14/9/2020), namun dampak kunjungan wisatawan sudah dirasakan sejak Kamis (10/9/2020). (Baca juga: Satlantas Polresta Bandung Bagikan 1.000 Masker Gratis Setiap Sehari)
"Selama pandemi COVID-19, kunjungan wisatawan paling 200 orang padahal saat normal bisa mencapai 1.000. Bagi pelaku usaha pariwisata kondisi ini sangat berat dan jika berkepanjangan bukan tidak mungkin bakal mengancam kehidupan sektor pariwisata," imbuhnya.
"Pastinya kondisi itu (PSBB) akan berpengaruh ke sektor wisata. Sekarang aja rata-rata tempat wisata hanya dikunjungi tamu sekitar 30% di saat weekend, padahal pemerintah sudah membolehkan hingga 50% dari kapasitas kawasan. Kalau dari data yang kami rangkum wisatawan ke KBB baru mencapai 1,2 juta dari 4,8 juta pada periode yang sama di tahun lalu," terangnya yang didampingi Kabid Pariwisata David Oot.
Sementara itu, owner Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Eko Supriyanto mengaku, meski PSBB Jakarta diberlakukan mulai Senin (14/9/2020), namun dampak kunjungan wisatawan sudah dirasakan sejak Kamis (10/9/2020). (Baca juga: Satlantas Polresta Bandung Bagikan 1.000 Masker Gratis Setiap Sehari)
"Selama pandemi COVID-19, kunjungan wisatawan paling 200 orang padahal saat normal bisa mencapai 1.000. Bagi pelaku usaha pariwisata kondisi ini sangat berat dan jika berkepanjangan bukan tidak mungkin bakal mengancam kehidupan sektor pariwisata," imbuhnya.
(boy)
Lihat Juga :