Kisah Subagyo HS, Jenderal Kopassus Berjuluk Bima yang Disegani Prabowo
Selasa, 04 November 2025 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
Subagyo menjabat Danjen Kopassus hanya setahun periode 1994-1995. Kariernya pun terus naik. Subagyo menjabat Pangdam IV/Diponegoro pada 1995-1997.
Kemudian, Jenderal Kopassus ini ditunjuk menjadi Wakil KSAD pada pertengahan Juni 1997. Promosi pada 1997 itu mengembuskan kabar lain.
Banyak yang menyebut mereka yang dipromosikan kebanyakan jenderal yang dekat dengan Presiden Soeharto. Ini berlaku juga bagi Subagyo yang pernah bertahun-tahun menjadi pengawal Pak Harto atau Soeharto.
Dengan kata lain, mereka yang dekat dengan Cendana pasti dianggap bakal bersinar terang. Anggapan itu banyak benarnya, namun tidak semuanya bernasib sama.
“Jangan keliru, tidak semua yang dikenal Pak Harto menjadi orang penting. Karena lewat perkenalan itu Pak Harto berkesimpulan, orang-orang itu tidak bisa diberi beban lebih besar dari yang diberikan ketika mereka berada di sekitar Pak Harto,” ujar Pengamat Militer Salim Said dalam buku ‘Wawancara tentang Tentara dan Politik’.
Subagyo mencapai puncak karier di kemiliteran pada 16 Februari 1998. Presiden Soeharto melantik Subagyo sebagai KSAD di Istana Negara, Jakarta.
Subagyo menggantikan seniornya Jenderal TNI (Purn) Wiranto yang ditunjuk sebagai Panglima TNI. Impian jenderal berjuluk Bima itu akhirnya terbukti. Subagyo benar-benar meraih empat bintang emas di pundaknya alias jenderal. Prajurit komando itu menjadi orang nomor satu di Angkatan Darat (AD) hingga 20 November 1999.
Kemudian, Jenderal Kopassus ini ditunjuk menjadi Wakil KSAD pada pertengahan Juni 1997. Promosi pada 1997 itu mengembuskan kabar lain.
Banyak yang menyebut mereka yang dipromosikan kebanyakan jenderal yang dekat dengan Presiden Soeharto. Ini berlaku juga bagi Subagyo yang pernah bertahun-tahun menjadi pengawal Pak Harto atau Soeharto.
Dengan kata lain, mereka yang dekat dengan Cendana pasti dianggap bakal bersinar terang. Anggapan itu banyak benarnya, namun tidak semuanya bernasib sama.
“Jangan keliru, tidak semua yang dikenal Pak Harto menjadi orang penting. Karena lewat perkenalan itu Pak Harto berkesimpulan, orang-orang itu tidak bisa diberi beban lebih besar dari yang diberikan ketika mereka berada di sekitar Pak Harto,” ujar Pengamat Militer Salim Said dalam buku ‘Wawancara tentang Tentara dan Politik’.
Subagyo mencapai puncak karier di kemiliteran pada 16 Februari 1998. Presiden Soeharto melantik Subagyo sebagai KSAD di Istana Negara, Jakarta.
Subagyo menggantikan seniornya Jenderal TNI (Purn) Wiranto yang ditunjuk sebagai Panglima TNI. Impian jenderal berjuluk Bima itu akhirnya terbukti. Subagyo benar-benar meraih empat bintang emas di pundaknya alias jenderal. Prajurit komando itu menjadi orang nomor satu di Angkatan Darat (AD) hingga 20 November 1999.
(jon)
Lihat Juga :