Ajoeba Wartabone, Pejuang Indonesia Timur yang Gelorakan Persatuan di Awal Republik
Senin, 03 November 2025 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Kehadiran Ajoeba menggambarkan sikap kritis terhadap upaya pecah-belah dan pentingnya menjaga kesatuan dari dalam struktur negara bagian. Dalam Sidang Parlemen Negara Indonesia Timur (NIT) pada 1947 di Makassar, Ajoeba menyampaikan pernyataan yang kemudian menjadi ikonik yakni “Sekali ke Djokja, Tetap ke Djokja”. Ucapan ini menjadi simbol dukungan terhadap pemerintah Republik di Yogyakarta serta penolakan terhadap sistem federal bentukan kolonial.
Antropolog dan Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia Meutia Farida Hatta Swasono memberi pengantar buku dan menilai karya ini memperluas wawasan publik tentang kontribusi daerah dan pembangunan berkeadilan.
Biografi Ajoeba Wartabone tidak hanya menghadirkan peristiwa sejarah, tetapi juga nilai, keberanian, dan keteguhan sikap yang menyalakan api persatuan pada masa awal Republik.
Antropolog dan Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia Meutia Farida Hatta Swasono memberi pengantar buku dan menilai karya ini memperluas wawasan publik tentang kontribusi daerah dan pembangunan berkeadilan.
Biografi Ajoeba Wartabone tidak hanya menghadirkan peristiwa sejarah, tetapi juga nilai, keberanian, dan keteguhan sikap yang menyalakan api persatuan pada masa awal Republik.
(cip)
Lihat Juga :