Ajoeba Wartabone, Pejuang Indonesia Timur yang Gelorakan Persatuan di Awal Republik
Senin, 03 November 2025 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Amanda Katili, kegiatan tersebut mengajak publik menengok kembali kontribusi daerah dalam pembentukan Indonesia modern, narasi yang jarang mendapat panggung nasional.
“Diskusi ini menambah wawasan generasi muda tentang perjuangan daerah sebagai bagian tak terpisahkan dalam upaya mencapai kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia. Kisah Ajoeba Wartabone, an unsung hero dari Gorontalo, mengingatkan kita pada fragmen sejarah yang kerap terabaikan dalam narasi perjuangan nasional. Diskusi ini membuka khazanah pemikiran lintas generasi,” kata Dosen FISIP Universitas Udayana Ni Wayan Wahyuni dikutip Senin (3/11/2025).
Baca juga: 14 Perwira TNI Dimutasi ke Unhan Akhir September 2025, Berikut Nama-Namanya
Diskusi tersebut mengupas buku biografi setebal 450 halaman terbitan Diomedia, yang berjudul Ajoeba Wartabone (1894–1957). Sekali ke Djokja Tetap ke Djokja. Biografi Gagasan dan Kepemimpinan dari Gorontalo untuk Indonesia Bersatu yang menyajikan riset arsip dalam dan luar negeri, menelusuri jejak nasionalisme, pembangunan pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan diplomasi lokal di masa awal Republik.
Buku tersebut menempatkan Indonesia Timur dalam konteks sejarah yang kerap luput dari narasi pusat. Salah satu kisah tentang Ajoeba yang tertulis dalam buku tersebut adalah saat Ajoeba menjadi peserta Konferensi Denpasar pada Desember 1946. Sebuah forum yang digelar Belanda untuk menyusun sistem federal.
“Diskusi ini menambah wawasan generasi muda tentang perjuangan daerah sebagai bagian tak terpisahkan dalam upaya mencapai kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia. Kisah Ajoeba Wartabone, an unsung hero dari Gorontalo, mengingatkan kita pada fragmen sejarah yang kerap terabaikan dalam narasi perjuangan nasional. Diskusi ini membuka khazanah pemikiran lintas generasi,” kata Dosen FISIP Universitas Udayana Ni Wayan Wahyuni dikutip Senin (3/11/2025).
Baca juga: 14 Perwira TNI Dimutasi ke Unhan Akhir September 2025, Berikut Nama-Namanya
Diskusi tersebut mengupas buku biografi setebal 450 halaman terbitan Diomedia, yang berjudul Ajoeba Wartabone (1894–1957). Sekali ke Djokja Tetap ke Djokja. Biografi Gagasan dan Kepemimpinan dari Gorontalo untuk Indonesia Bersatu yang menyajikan riset arsip dalam dan luar negeri, menelusuri jejak nasionalisme, pembangunan pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan diplomasi lokal di masa awal Republik.
Buku tersebut menempatkan Indonesia Timur dalam konteks sejarah yang kerap luput dari narasi pusat. Salah satu kisah tentang Ajoeba yang tertulis dalam buku tersebut adalah saat Ajoeba menjadi peserta Konferensi Denpasar pada Desember 1946. Sebuah forum yang digelar Belanda untuk menyusun sistem federal.
Lihat Juga :