KH Mahrus Aly, Ulama Kharismatik Pesantren Lirboyo yang Pimpin Pertempuran Melawan Tentara Sekutu dan Jepang

Kamis, 16 Oktober 2025 - 07:32 WIB
loading...
A A A
Menggunakan peralatan seadanya, ratusan santri mengadakan pernyerbuan ke Markas Kompitai Dai Nipon di bawah komando KH Mahrus Aly, Mayor Mahfudh, dan Abdul Rakhim Pratalikrama. Santri muda, Syafii Sulaiman yang kala itu masih berusia 15 tahun, diutus oleh Kiai Mahrus Aly untuk menyusup ke markas Dai Nippon, guna mempelajari keadaan dan memantau kekuatan lawan.

Setelah penyelidikan dirasa cukup, Syafii Sulaiman segera melapor kepada Kiai Mahrus Aly, dan Mayor Mahfudh. Invasi para santri itu berhasil. Atas kebijaksanaan Kiai Mahrus Aly, satu truk senjata hasil lucutan Jepang itu, dibawa ke Pondok Pesantren Lirboyo, dan setelahnya diserahkan kepada Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Bermodalkan senjata rampasan, para santri Lirboyo, di bawah komando Kiai Mahrus Aly, secara bergantian dikirim ke front pertempuran Surabaya. Pengiriman pasukan yang beranggotakan para santri ini, terus berlanjut hingga pecah perang 10 November 1945.

Bukan sekedar mengirimkan pasukan ke medan laga, Kiai Mahrus Aly bersama para santri Lirboyo, juga melakukan gerakan batin yang digelar setiap malam, agar pasukan yang tengah bertempur diberi keteguhan iman, dan apabila gugur diterima sebagai syahid.

Gerakan batin ini digelar di dua tempat, yakni di Pondok Pesantren Lirboyo, dipimpin oleh KH Abdul Karim dan KH Marzugi Dahlan. Lokasi gerakan batin kedua digelar di Manukan, Jabon, Kediri, yang dipimpin oleh KH Mahrus Aly, dan KH Said.

Usai pertempuran heroik 10 November 1945 di Surabaya, Kiai Mahrus Aly kembali mengerahkan pasukan yang beranggotakan para santri ke medan laga, untuk menghadapi Agresi Militer II yang dilakukan pasukan belanda, pada 12 Desember 1948.

Empat santri senior Lirboyo dikirim oleh Kiai Mahrus Aly untuk menjadi pasukan di bawah komando Mayor Mahfudh. Keempat santri itu adalah Syafi'i Sulaiman, Muhid Ilyas, Muhammad Masykur, dan Mahfudh AK. Taktik perang gerilya, dan melakukan serangan secara sporadis ke jantung pertahanan musuh yang dijalankan pasukan para santri ini, ternyata berjalan sangat efektif.

Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, melalui pertempuran berdarah tersebut, berlangsung hingga penyerahan kedaulatan Indonesia, oleh Belanda, melalui perjanjian yang dihasilkan dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) di Deen Hag, pada 27 Desember 1949.

Pasukan perang yang terdiri dari para santri ini, akhirnya dilebur untuk semakin memiliki kekuatan dahsyat. Pasukan dilebur dalam Batalyon 508 yang lebih dikenal dengan Batalyon Gelatik. Batalyon ini merupakan cikal bakal lahirnya Kodam V Brawijaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Final Piala Dunia,...
Jelang Final Piala Dunia, Caketum PBNU Gus Salam Jagokan Argentina Jadi Pemenang
LPSK Bentuk Tim Pelindungan...
LPSK Bentuk Tim Pelindungan Darurat untuk Tangani Korban Kasus Pembakaran Santri di Lombok
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
28 PCNU se-Jateng Dukung...
28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Rekomendasi
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Berita Terkini
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
Pramono Ungkap Alphard...
Pramono Ungkap Alphard Penerobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu
Minta Satpam Tak Dipecat,...
Minta Satpam Tak Dipecat, Pramono Ungkap CCTV Alphard Terobos Lampu Merah di Bundaran HI
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved