KH Mahrus Aly, Ulama Kharismatik Pesantren Lirboyo yang Pimpin Pertempuran Melawan Tentara Sekutu dan Jepang
Kamis, 16 Oktober 2025 - 07:32 WIB
loading...
A
A
A
Batalyon Gelatik resmi didirikan pada 17 Desember 1948 di Lapangan Kuwak, yang sekarang Stadion Brawijaya. Bertindak sebagai komandan Batalyon Gelatik, adalah Kolonel Sungkono. Sementara KH Mahrus Aly mendapat kehormatan sebagai penasihat. Hal inilah yang menyebabkan KH Mahrus Aly menjadi sesepuh Kodam V Brawijaya sampai akhir hayatnya.
Santri Lirboyo (H2)
Sebelum berlabuh di Pondok Pesantren Lirboyo, KH Mahrus Aly telah menyinggahi sejumlah pondok pesantren untuk menuntut ilmu. Di bawah bimbingan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH Abdul Karim, Kiai Mahrus Aly muda terkenal menjadi santri yang tidak pernah letih dalam mengaji.
Saat liburan tiba, Kiai Mahrus Aly muda mencari pondok lain untuk mengikuti pengajian kilatan. Pernah juga Kiai Mahrus Aly belajar ke Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, mengaji kitab Shahih Bukhari kepada KH Hasyim Asy'ari.
Setelah tiga tahun menimba ilmu di Lirboyo, KH Mahrus Aly muda, membuat KH Abdul Karim terkesan, dan akhirnya menjodohkan salah satu putrinya yang bernama Zaenab.
Pernikahan Kiai Mahrus Aly dengan Zaenab, dikaruniai tujuh putra dan putri. Kesetiaannya pada sang istri terus dijaganya hingga akhir hayat. Istrinya wafat terlebih dahulu pada 4 Maret 1985, sedangkan Kiai Mahrus Aly wafat pada 26 Mei 1985.
Kisah keberanian dan kesetian Kiai Mahrus Aly pada tanah airnya, sampai membuat Panglima ABRI, Jenderal LB. Moerdani menaruh rasa hormat yang sangat tinggi pada sang kiai. Bahkan, ketika Kiai Mahrus Aly jatuh sakit, jenderal yang namanya besar di dunia intelijen ini sampai mengirimkan helikopter khusus untuk membawa sang kiai ke RSUD dr Soetomo Surabaya.
Sumber: jatim.nu.or.id, wikipedia, ipnu.or.id, data diolah dari berbagai sumber
Santri Lirboyo (H2)
Sebelum berlabuh di Pondok Pesantren Lirboyo, KH Mahrus Aly telah menyinggahi sejumlah pondok pesantren untuk menuntut ilmu. Di bawah bimbingan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH Abdul Karim, Kiai Mahrus Aly muda terkenal menjadi santri yang tidak pernah letih dalam mengaji.
Saat liburan tiba, Kiai Mahrus Aly muda mencari pondok lain untuk mengikuti pengajian kilatan. Pernah juga Kiai Mahrus Aly belajar ke Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, mengaji kitab Shahih Bukhari kepada KH Hasyim Asy'ari.
Setelah tiga tahun menimba ilmu di Lirboyo, KH Mahrus Aly muda, membuat KH Abdul Karim terkesan, dan akhirnya menjodohkan salah satu putrinya yang bernama Zaenab.
Pernikahan Kiai Mahrus Aly dengan Zaenab, dikaruniai tujuh putra dan putri. Kesetiaannya pada sang istri terus dijaganya hingga akhir hayat. Istrinya wafat terlebih dahulu pada 4 Maret 1985, sedangkan Kiai Mahrus Aly wafat pada 26 Mei 1985.
Kisah keberanian dan kesetian Kiai Mahrus Aly pada tanah airnya, sampai membuat Panglima ABRI, Jenderal LB. Moerdani menaruh rasa hormat yang sangat tinggi pada sang kiai. Bahkan, ketika Kiai Mahrus Aly jatuh sakit, jenderal yang namanya besar di dunia intelijen ini sampai mengirimkan helikopter khusus untuk membawa sang kiai ke RSUD dr Soetomo Surabaya.
Sumber: jatim.nu.or.id, wikipedia, ipnu.or.id, data diolah dari berbagai sumber
(shf)
Lihat Juga :