Puting Beliung-Kebakaran Lahan Melanda Sejumlah Daerah
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 17:57 WIB
loading...
A
A
A
"Saat ini, proses perbaikan rumah warga masih berlangsung dan diharapkan dapat selesai dalam waktu dekat," jelas Aam.
Tidak hanya bencana angin kencang, kejadian kebakaran lahan juga terjadi di Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (10/10) sekitar pukul 17.25 WIB. Berdasarkan laporan awal, kebakaran ini diduga dipicu oleh tindakan pembakaran oleh orang tak dikenal, sehingga api dengan cepat menjalar ke area sekitar yang kering akibat cuaca panas dan hembusan angin kencang.
Kebakaran melanda lahan tebu seluas sekitar 2,5 hektare di Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiel cukup dirasakan oleh pemilik lahan. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Klaten segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penyekatan dan pemadaman agar api tidak meluas ke permukiman.
Proses pemadaman dilakukan dengan alat semprot dan metode pengepyokan karena akses menuju titik api sulit dijangkau armada pemadam kebakaran. Upaya ini melibatkan TRC PB BPBD Klaten, Dinas Pemadam Kebakaran, relawan, perangkat desa, Muspika Ngawen, serta personel TNI dan Polri. Setelah beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 22.00 WIB di hari yang sama.
Meski api sudah padam, BPBD Kabupaten Klaten tetap melakukan pemantauan dan pendinginan di lokasi untuk mencegah munculnya titik api baru. Aparat desa dan masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau panjang seperti saat ini.
BNPB mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang, puting beliung, dan hujan dengan intensitas tinggi. BNPB juga menekankan pentingnya tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
"Apabila terjadi bencana, masyarakat diminta segera menghubungi BPBD setempat atau layanan darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," pungkasnya.
Tidak hanya bencana angin kencang, kejadian kebakaran lahan juga terjadi di Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (10/10) sekitar pukul 17.25 WIB. Berdasarkan laporan awal, kebakaran ini diduga dipicu oleh tindakan pembakaran oleh orang tak dikenal, sehingga api dengan cepat menjalar ke area sekitar yang kering akibat cuaca panas dan hembusan angin kencang.
Kebakaran melanda lahan tebu seluas sekitar 2,5 hektare di Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiel cukup dirasakan oleh pemilik lahan. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Klaten segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penyekatan dan pemadaman agar api tidak meluas ke permukiman.
Proses pemadaman dilakukan dengan alat semprot dan metode pengepyokan karena akses menuju titik api sulit dijangkau armada pemadam kebakaran. Upaya ini melibatkan TRC PB BPBD Klaten, Dinas Pemadam Kebakaran, relawan, perangkat desa, Muspika Ngawen, serta personel TNI dan Polri. Setelah beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 22.00 WIB di hari yang sama.
Meski api sudah padam, BPBD Kabupaten Klaten tetap melakukan pemantauan dan pendinginan di lokasi untuk mencegah munculnya titik api baru. Aparat desa dan masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau panjang seperti saat ini.
BNPB mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang, puting beliung, dan hujan dengan intensitas tinggi. BNPB juga menekankan pentingnya tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
"Apabila terjadi bencana, masyarakat diminta segera menghubungi BPBD setempat atau layanan darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :