Puting Beliung-Kebakaran Lahan Melanda Sejumlah Daerah
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 17:57 WIB
loading...
A
A
A
"Hingga kini, kondisi di lapangan mulai membaik. Warga yang terdampak telah melakukan perbaikan rumah secara bertahap, dibantu oleh pemerintah daerah dan relawan setempat," kata Aam sapaan akrabnya.
Tidak hanya di Sumatera Utara, cuaca ekstrem juga melanda wilayah Maluku Utara, tepatnya di Kabupaten Pulau Morotai, pada Selasa (7/10/2025). Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah atap rumah warga rusak diterjang angin.
Masyarakat sempat panik akibat hembusan angin yang datang tiba-tiba dengan intensitas hujan tinggi yang berlangsung cukup lama. Peristiwa tersebut, kata Aam, terjadi di Desa Libano, Kecamatan Morotai Jaya.
Berdasarkan data sementara dari BPBD setempat, 17 kepala keluarga terdampak dengan 17 rumah mengalami kerusakan. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka.
Sebagai respons cepat, BPBD Kabupaten Pulau Morotai langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan melaksanakan asesmen lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan mendesak warga.
"Penanganan turut melibatkan unsur TNI, Polri, aparat desa, dan warga setempat. Hingga saat ini, perbaikan rumah warga masih dilakukan," ujar Aam.
Sementara itu, bencana angin puting beliung lainnya juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis (9/10) malam. Angin kencang yang datang tiba-tiba disertai hujan lebat menyebabkan beberapa rumah dan fasilitas umum rusak.
Peristiwa ini melanda dua kecamatan dan delapan desa, antara lain Kecamatan Tanjung Tiram (Desa Suka Jaya, Bagian Dalam, Bandar Rahmat, Bogak, Suka Maju, Bagan Arya, dan Pahlawan) serta Kecamatan Nibung Hangus (Desa Bandar Sono). Berdasarkan data sementara, sebanyak 13 kepala keluarga terdampak, dengan 2 rumah rusak sedang, 11 rumah rusak ringan, dan satu fasilitas ibadah rusak ringan.
BPBD Kabupaten Batu Bara segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk melakukan pendataan kerusakan serta penyaluran bantuan logistik. Kolaborasi lintas sektor antara BPBD, Dinas Sosial PPPA, Dinas Perkim LH, camat, serta para kepala desa dilakukan untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Tidak hanya di Sumatera Utara, cuaca ekstrem juga melanda wilayah Maluku Utara, tepatnya di Kabupaten Pulau Morotai, pada Selasa (7/10/2025). Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah atap rumah warga rusak diterjang angin.
Masyarakat sempat panik akibat hembusan angin yang datang tiba-tiba dengan intensitas hujan tinggi yang berlangsung cukup lama. Peristiwa tersebut, kata Aam, terjadi di Desa Libano, Kecamatan Morotai Jaya.
Berdasarkan data sementara dari BPBD setempat, 17 kepala keluarga terdampak dengan 17 rumah mengalami kerusakan. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka.
Sebagai respons cepat, BPBD Kabupaten Pulau Morotai langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan melaksanakan asesmen lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan mendesak warga.
"Penanganan turut melibatkan unsur TNI, Polri, aparat desa, dan warga setempat. Hingga saat ini, perbaikan rumah warga masih dilakukan," ujar Aam.
Sementara itu, bencana angin puting beliung lainnya juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis (9/10) malam. Angin kencang yang datang tiba-tiba disertai hujan lebat menyebabkan beberapa rumah dan fasilitas umum rusak.
Peristiwa ini melanda dua kecamatan dan delapan desa, antara lain Kecamatan Tanjung Tiram (Desa Suka Jaya, Bagian Dalam, Bandar Rahmat, Bogak, Suka Maju, Bagan Arya, dan Pahlawan) serta Kecamatan Nibung Hangus (Desa Bandar Sono). Berdasarkan data sementara, sebanyak 13 kepala keluarga terdampak, dengan 2 rumah rusak sedang, 11 rumah rusak ringan, dan satu fasilitas ibadah rusak ringan.
BPBD Kabupaten Batu Bara segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk melakukan pendataan kerusakan serta penyaluran bantuan logistik. Kolaborasi lintas sektor antara BPBD, Dinas Sosial PPPA, Dinas Perkim LH, camat, serta para kepala desa dilakukan untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Lihat Juga :