Diduga Keroyok Mahasiswa, Putra Bupati Jeneponto Dipolisikan

Minggu, 13 September 2020 - 15:45 WIB
loading...
Diduga Keroyok Mahasiswa,...
Putra Bupati Jeneponto dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan pengeroyokan terhadap mahasiswa di Makassar. Foto: Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Jajaran Penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar , tengah mendalami kasus dugaan penganiyaan secara bersama-sama atau pengeroyokan yang melibatkan oknum anak kepala daerah di Sulawesi Selatan. Pengeroyokan dialami oleh tiga orang pemuda yang mengaku sebagai mahasiswa.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul mengatakan, laporan polisi bernomor : LP/342/IX/2020/POLDA SULSEL/RESTABES MKS ditujukan kepada Isman Triadi Iskandar yang diketahui merupakan putra Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar.

Baca Juga: Penyelidikan Berlanjut, 3 Aktor Pengeroyokan Brimob Diperiksa

Isman Triadi diduga jadi otak pengeroyokan terhadap tiga mahasiswa yakni Herman, Ilham, dan Alam. Akibatnya ketiga korban mengalami luka lebam dan bengkak di beberapa bagian tubuhnya, diantaranya wajah, tangan dan dada, karena ditendang, dipukul oleh putra bupati Jeneponto tersebut.

"Sementara kita tindaklanjuti laporannya. Terlapor anak bupati Jeneponto. Korban pengakuannya mahasiswa, ada tiga. Mahasiswa salah satu universitas swasta di Makassar. Kita akan periksa nanti para korban termasuk melakukan visum," kata Agus kepada Sindonews, Minggu (13/9/2020).

Agus menjelaskan, dugaan pengeroyokan itu terjadi di parkiran sebuah mal, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Kamis 10 September sekitar pukul 02.30 Wita. Awalnya Isman Triadi bersama rekan-rekannya diamankan Petugas Polsek Mariso.

"Dari hasil keterangan, rombongan mahasiswa ini ketemu anaknya bupati di dalam lift hotel dekat mal itu. Anak bupati ini merasa disenggol kakinya, disitu tersinggung. Sampai di bawah (parkiran) terjadi adu mulut. Anak bupati ini panggil teman-temannya disitulah terjadi pengeroyokan," jelas Agus.

Tiga korban, lanjut Agus awalnya enggan melakukan visum saat diperiksa oleh penyidik Reskrim Polsek Mariso.

"Pas di Polsek dimediasi itu, tidak mau divisum juga. Korban ini langsung pulang, dan melapor ke Polrestabes Makassar. Sementara kita lidik kasusnya," ujar mantan Wakapolres Bulukumba ini.

Sementara itu salah satu rekan Korban, Restu Abadi yang juga mendampingi pelaporan dugaan pengeroyokan di Mapolrestabes Makassar mengaku, mengecam tindakan premanisme putra orang nomor satu di Jeneponto tersebut. Isman Triadi disebutkan Restu terlalu emosional.

"Ada sekitar 20 orang itu yang keroyok, kalau dari keterangannya temanku. Kebetulan seniorku ada juniorku di kampus juga. Intinya kami meminta kepolisian dalam hal ini Polrestabes Makassar untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan itu," jelas Restu dikonfirmasi terpisah.

Baca Juga: Pesta Miras Berujung Pengeroyokan, Pemuda Ini Babak Belur Dikeroyok Temannya

Dia melanjutkan, penganiyaan menurut keterangan korban dilakukan Isman dengan cara menendang, menampar dan meninju area wajah korban.

"Bengkak itu mukanya korban, lebam sama ada luka robek di bibir. Bengkak di bagian kepala, ada biru-biru di siku mereka sama di dadanya," ungkap Restu.

Mahasiswa salah satu universitas swasta di Kecamatan Tamalanrea itu, berharap kepolisian bisa menangani kasus pengeroyokan tersebut secara profesional dan proporsional. Terlebih terlapor merupakan anak kepala daerah.

"Soal permintaan visum kita akan koordinasi dengan penyidik. Kita ingin masalah ini tidak berlarut-larut," imbuh Restu.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Rekomendasi
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Berita Terkini
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Pertanyakan Penahanan: Razman Saja Tak Ditahan
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan, TNI-Polri Siaga di Lokasi
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Bayar PKB Makin Mudah,...
Bayar PKB Makin Mudah, Bapenda DKI Hadirkan Layanan Samsat di PRJ
Pabrik Karet di Tangerang...
Pabrik Karet di Tangerang Kebakaran Sejak Semalam, Sudah 9 Jam Api Masih Berkobar
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved