Pemkab Simalungun hanya Mampu Bangun Fasilitas, tapi Gagal Cegah Penyebaran Covid 19
Senin, 04 Mei 2020 - 11:26 WIB
loading...
A
A
A
Sebaiknya kepala dusun,kepala lingkungan dan kepala desa aktif memantau aktivitas warganya,khusus di masa pandemi Covid 19 ini apalagi portal sudah dibuat di pintu-pintu masuk desa jadi warga yang keluar dan masuk harus dipertanyakan keperluannya.
Dia juga mengkritisi dana desa dan dana penanganan Covid 19 lebih banyak dihabiskan untuk penyemprotan disinpektan,buat portal,membangun rumah sakit rujukan,membangun tempat isolasi yang menghabiskan anggaran miliaran.
"Namun upaya mencegah penyebaran terutama pengawasan pendatang tidak maksimal dilakukan," ujar Marsono.
Marsono menegaskan dengan bertambahnya jumlah pasien positif Covid 19 hasil swab,membuktikan Pemkab Simalungun sampai saat ini gagal melakukan upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona, namun berhasil membangun banyak fasilitas untuk kegiatan penanggulangan.
"Mulai dari RSUD Perdagangan sebagai rumah sakit rujukan,membangun tempat isolasi,dan merehab Posko Covid 19 yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah," bebernya.
Dia juga mengkritisi dana desa dan dana penanganan Covid 19 lebih banyak dihabiskan untuk penyemprotan disinpektan,buat portal,membangun rumah sakit rujukan,membangun tempat isolasi yang menghabiskan anggaran miliaran.
"Namun upaya mencegah penyebaran terutama pengawasan pendatang tidak maksimal dilakukan," ujar Marsono.
Marsono menegaskan dengan bertambahnya jumlah pasien positif Covid 19 hasil swab,membuktikan Pemkab Simalungun sampai saat ini gagal melakukan upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona, namun berhasil membangun banyak fasilitas untuk kegiatan penanggulangan.
"Mulai dari RSUD Perdagangan sebagai rumah sakit rujukan,membangun tempat isolasi,dan merehab Posko Covid 19 yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah," bebernya.
(vit)
Lihat Juga :