Kisah Jenderal Kopassus Sintong Panjaitan Pimpin Pasukan Senyap Hancurkan PKI
Minggu, 10 Agustus 2025 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Tak Terduga Jenderal Kopassus AM Hendropriyono Bertemu Eks Musuh di Rimba Kalimantan Bong Kee Chok
Sarwo Edhie memberikan perintah melalui Mayor CI Santoso kepada Lettu Inf Feisal Tanjung, yang kemudian diteruskan kepada Sintong Panjaitan yang saat itu menjadi Komandan Peleton 1 Kompi Tanjung, diberi tugas menjaga Markas Kostrad tersebut.
Sintong ditugasi merebut RRI dari PKI dalam waktu sesingkat-singkatnya. “Tong, kamu rebut RRI. Tutup mulut mereka yang mendukung Dewan Revolusi, kuasai secepatnya dan laporkan ke saya di Makostrad,” kata Feisal Tanjung kepada Sintong kala itu.
Saat itu, PKI telah menguasai RRI dan menggunakan stasiun radio ini untuk menyebarkan propaganda serta mengumumkan Dekrit Nomor 1 tentang pembentukan Dewan Revolusi Indonesia di bawah pimpinan Letkol Untung.
Dekrit ini menjadi alat utama PKI untuk menyebarkan pesan kudeta mereka. Sintong memimpin peletonnya bergerak menuju RRI melalui Lapangan Silang Monas. Pasukan RPKAD berjalan kaki di belakang Peleton 1 Kompi Ben Hur.
Saat itu dia ditugasi merebut Kantor Besar Telekomunikasi. Ketika pasukan Sintong mendekati gedung RRI, salah satu anggota peleton menembakkan tiga peluru dari senapan AK-47, membuat para penjaga PKI di sana kabur tanpa perlawanan.
Sarwo Edhie memberikan perintah melalui Mayor CI Santoso kepada Lettu Inf Feisal Tanjung, yang kemudian diteruskan kepada Sintong Panjaitan yang saat itu menjadi Komandan Peleton 1 Kompi Tanjung, diberi tugas menjaga Markas Kostrad tersebut.
Sintong ditugasi merebut RRI dari PKI dalam waktu sesingkat-singkatnya. “Tong, kamu rebut RRI. Tutup mulut mereka yang mendukung Dewan Revolusi, kuasai secepatnya dan laporkan ke saya di Makostrad,” kata Feisal Tanjung kepada Sintong kala itu.
Saat itu, PKI telah menguasai RRI dan menggunakan stasiun radio ini untuk menyebarkan propaganda serta mengumumkan Dekrit Nomor 1 tentang pembentukan Dewan Revolusi Indonesia di bawah pimpinan Letkol Untung.
Dekrit ini menjadi alat utama PKI untuk menyebarkan pesan kudeta mereka. Sintong memimpin peletonnya bergerak menuju RRI melalui Lapangan Silang Monas. Pasukan RPKAD berjalan kaki di belakang Peleton 1 Kompi Ben Hur.
Saat itu dia ditugasi merebut Kantor Besar Telekomunikasi. Ketika pasukan Sintong mendekati gedung RRI, salah satu anggota peleton menembakkan tiga peluru dari senapan AK-47, membuat para penjaga PKI di sana kabur tanpa perlawanan.
Lihat Juga :