Surabaya Kembali Terapkan Rapid Test dan Swab Bagi Pendatang

loading...
Surabaya Kembali Terapkan Rapid Test dan Swab Bagi Pendatang
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma). Foto/Dok
A+ A-
SURABAYA - Pengetatan dalam upaya pencegahan serta memutus mata rantai pandemi masih dilakukan dengan ketat di Surabaya. Salah satunya dengan menerapkan rapid test dan swab bagi para pendatang yang menginap di Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, saat ini angka kesembuhan di Surabaya setiap harinya jauh lebih tinggi dibandingkan pasien baru yang terkonfirmasi COVID-19. Namun, dia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak boleh ceroboh dan tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. (Baca juga: 7 Pemalsu Surat Rapid Test di Bali Dipenjara Hingga 22 Bulan)

“Kami tidak boleh ceroboh yang kemudian dapat menyebabkan reborn COVID-19 di Surabaya,” kata Risma saat menghadiri acara Kampanye Penggunaan Sekaligus Pembagian Masker Dalam Rangka Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru di Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (10/9/2020). (Baca juga: Risma Klaim Pasien Sembuh Lebih Banyak dari Positif Baru COVID-19)

Dia mengatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya sampai kemarin, angka pasien baru berjumlah 26 orang. Sementara itu, untuk pasien yang dinyatakan sembuh dalam satu hari kemarin mencapai 104 orang. Artinya, rata-rata angka kesembuhan lebih besar.

“Semua ini berkat seluruh jajaran dari TNI, Polri maupun masyarakat saling bahu membahu. Jadi pengamanannya sampai di warung kopi, pasar dan kawasan pemukiman,” kata dia.



Semua jajaran, kata dia, terus aktif dalam menjaga protokol di berbagai sektor masyarakat. Di antaranya, warung kopi, pasar, mal, wilayah perkampungan, serta beberapa tempat publik yang berpotensi menjadi kerumunan masal. Makanya, setiap hari, lurah dan camat terus berkomunikasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Koramil, hingga polsek aktif bergerak. “Mereka bergerak terus untuk menjaga protokol-protokol itu tadi setiap hari,” ucap dia.

Untuk mengantisipasi dan menjaga Surabaya agar semakin terkendali, pihaknya memberlakukan kembali kebijakan pencegahan COVID-19 seperti dahulu. Yakni, mewajibkan rapid test dan swab kepada para pendatang yang menginap di Surabaya.

Selain itu pula pemkot juga menyiapkan beberapa tempat untuk pemeriksaan. “Jadi nanti kita siapkan untuk para tamu terutama yang menginap (di Surabaya) untuk melakukan beberapa tahapan itu,” jelas dia.

Menurut dia, hingga saat ini hampir 75% pasien yang dirawat di rumah sakit sudah dinyatakan negatif. Namun, dia menyebut, pasien belum bisa pulang lantaran terkendala oleh komorbid (penyakit penyerta). ”Mudah-mudahan ini bisa segera selesai, sehingga ekonomi di Kota Pahlawan segera pulih,” kata dia.
(nth)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top