Guru SMAN 1 Bandung Dilaporkan Hilang Misterius Selama Seminggu
Rabu, 30 Juli 2025 - 19:56 WIB
loading...
Ardie Richardiansyah, guru mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Bandung di Jalan Ir H Djuanda dilaporkan hilang selama seminggu sejak Kamis (24/7/2025). Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
BANDUNG - Ardie Richardiansyah, guru mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Bandung di Jalan Ir H Djuanda dilaporkan hilang misterius sejak Kamis (24/7/2025). Sebelum hilang, korban sempat menulis surat wasiat berisi pernyataan bakal terjun ke Sungai Citarum.
Wakil Kepala Sekolah Humas SMAN 1 Bandung Kardiana membenarkan laporan guru Ardie yeng berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) itu menghilang oleh keluarganya.
Baca juga: Pendaki Gunung Sonrongan Pangkep Hilang Misterius
Keluarga, kata Kardiana, telah melaporkan peristiwa hilangnya korban Ardie ke Polsek Coblong.
"Kami kehilangan guru ekonomi, namanya Pak Ardie sejak dari Kamis (24/7/2025) lalu. Kabar ini kami peroleh dari keluarganya. (Kasus hilangnya guru Ardie) telah dilaporkan ke polisi," kata Kepala SMAN 1 Bandung, Rabu (30/7/2025).
Kardiana menyatakan, sempat berkomunikasi terakhir kali dengan korban pada Rabu (23/7/2025) pekan lalu. Namun, sejak Kamis (24/7/2025) tidak pernah bertemu kembali dengan korban guru Ardie.
"Sekolah telah melaporkan peristiwa ini ke dinas pendidikan. Kami menduga korban hilang karena urusan pribadi," ujar Kardiana.
Baca juga: Pamit Naik Merapi, Warga Cangkringan Dilaporkan Hilang Misterius
Sebab, tutur Kardiana, sebelum hilang, sempat berkomunikasi dengan korban dan terlihat baik-baik saja. Korban tidak pernah bercerita sedang menghadapi masalah atau keluhan.
"Kami tahu tidak ada masalah karena dia anaknya supel. Dia gaul lah. Tidak terlihat ada masalah. Seperti itu yang kami tahu," tuturnya.
Kardiana mengatakan, korban bertugas di SMAN 1 Bandung sejak 2016. Saat itu, guru Ardie menjadi guru mata pelajaran tata usaha. Setelah lolos seleksi PPPK, Ardie menjadi guru ekonomi.
Dia membenarkan mendapatkan informasi tentang surat wasiat yang ditulis korban bakal terjun ke Sungai Citarum. Korban tinggal di sebuah kontrakan di Jalan Dipatiukur dekat rumah keluarganya.
"Apabila nanti ditemukan, apakah dia nanti dilanjutkan atau bagaimana (sebagai guru ekonomi di SMAN 1 Bandung), itu nanti dinas (yang memutuskan) karena P3K itu ada perjanjian kalau tidak salah. Jadi kalau melanggar langsung diberhentikan," ucap Kardiana.
Wakil Kepala Sekolah Humas SMAN 1 Bandung Kardiana membenarkan laporan guru Ardie yeng berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) itu menghilang oleh keluarganya.
Baca juga: Pendaki Gunung Sonrongan Pangkep Hilang Misterius
Keluarga, kata Kardiana, telah melaporkan peristiwa hilangnya korban Ardie ke Polsek Coblong.
"Kami kehilangan guru ekonomi, namanya Pak Ardie sejak dari Kamis (24/7/2025) lalu. Kabar ini kami peroleh dari keluarganya. (Kasus hilangnya guru Ardie) telah dilaporkan ke polisi," kata Kepala SMAN 1 Bandung, Rabu (30/7/2025).
Kardiana menyatakan, sempat berkomunikasi terakhir kali dengan korban pada Rabu (23/7/2025) pekan lalu. Namun, sejak Kamis (24/7/2025) tidak pernah bertemu kembali dengan korban guru Ardie.
"Sekolah telah melaporkan peristiwa ini ke dinas pendidikan. Kami menduga korban hilang karena urusan pribadi," ujar Kardiana.
Baca juga: Pamit Naik Merapi, Warga Cangkringan Dilaporkan Hilang Misterius
Sebab, tutur Kardiana, sebelum hilang, sempat berkomunikasi dengan korban dan terlihat baik-baik saja. Korban tidak pernah bercerita sedang menghadapi masalah atau keluhan.
"Kami tahu tidak ada masalah karena dia anaknya supel. Dia gaul lah. Tidak terlihat ada masalah. Seperti itu yang kami tahu," tuturnya.
Kardiana mengatakan, korban bertugas di SMAN 1 Bandung sejak 2016. Saat itu, guru Ardie menjadi guru mata pelajaran tata usaha. Setelah lolos seleksi PPPK, Ardie menjadi guru ekonomi.
Dia membenarkan mendapatkan informasi tentang surat wasiat yang ditulis korban bakal terjun ke Sungai Citarum. Korban tinggal di sebuah kontrakan di Jalan Dipatiukur dekat rumah keluarganya.
"Apabila nanti ditemukan, apakah dia nanti dilanjutkan atau bagaimana (sebagai guru ekonomi di SMAN 1 Bandung), itu nanti dinas (yang memutuskan) karena P3K itu ada perjanjian kalau tidak salah. Jadi kalau melanggar langsung diberhentikan," ucap Kardiana.
(shf)
Lihat Juga :