Kematian COVID-19 Sumsel di Atas DKI, Ini Kata Ahli
Rabu, 09 September 2020 - 10:40 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Serahkan Kredit Dana Bergulir, Khofifah: UMKM Jatim Bangkit )
Hal lain yang juga mempengaruhi persentase angka kematian COVID-19 Sumsel adalah data kematian per hari yang belum tentu valid. Hal ini karena bisa saja hitungan kematian yang terjadi beberapa hari sebelumnya kemudian baru dihitung hari ini. "Data itu bisa saya sebut sebagian bukan data real time-nya. Ada data yang belum sinkron," tandasnya.
Ia menambahkan jika angka kematian ini mau turun, maka tingkat kesembuhannya harus tinggi. Kemudian pemeriksaan PCR yang dilakukan harus kepada satu persen dari jumlah penduduk. (Baca juga: Prajurit Kodam IV Jadi Agent of Change Reformasi Birokrasi )
Sampai hari ini pun virus ini sendiri tidak bermutasi menjadi lebih berbahaya, hanya saja ia menjadi mudah menyebar. "Sumsel ini ada 8,5 juta jiwa penduduknya kalau satu persen berarti 85.000. Sedangkan saat ini tes PCR baru menyasar 22.000 orang, nah kalau ini bisa setengahnya persentase kematian pasti bisa kecil," katanya.
Hal lain yang juga mempengaruhi persentase angka kematian COVID-19 Sumsel adalah data kematian per hari yang belum tentu valid. Hal ini karena bisa saja hitungan kematian yang terjadi beberapa hari sebelumnya kemudian baru dihitung hari ini. "Data itu bisa saya sebut sebagian bukan data real time-nya. Ada data yang belum sinkron," tandasnya.
Ia menambahkan jika angka kematian ini mau turun, maka tingkat kesembuhannya harus tinggi. Kemudian pemeriksaan PCR yang dilakukan harus kepada satu persen dari jumlah penduduk. (Baca juga: Prajurit Kodam IV Jadi Agent of Change Reformasi Birokrasi )
Sampai hari ini pun virus ini sendiri tidak bermutasi menjadi lebih berbahaya, hanya saja ia menjadi mudah menyebar. "Sumsel ini ada 8,5 juta jiwa penduduknya kalau satu persen berarti 85.000. Sedangkan saat ini tes PCR baru menyasar 22.000 orang, nah kalau ini bisa setengahnya persentase kematian pasti bisa kecil," katanya.
(eyt)
Lihat Juga :