Instruksi Gubernur Sumsel Larang Truk Batu Bara Melintasi Jalan Raya Menyulitkan Rakyat
Kamis, 07 Mei 2026 - 12:36 WIB
loading...
Instruksi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang melarang angkutan batubara melintas di jalan raya berpotensi menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Instruksi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang melarang angkutan batu bara melintas di jalan raya berpotensi menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Terutama terkait ketersediaan dan pasokan listrik .
Kebijakan Pemprov Sumsel memang terlihat responsif terhadap keluhan publik di tingkat lokal, seperti kemacetan dan kerusakan jalan. Namun, jika dilihat secara lebih luas, kebijakan ini justru berpotensi menciptakan persoalan baru yang lebih besar. Baca juga: Blokade Selat Hormuz Sandera Pasokan Energi Global, Negara-negara Asia Kembali ke Batu Bara
“Langkah ini terkesan ingin meraih simpati publik secara cepat, tetapi mengabaikan dampak strategisnya. Ketika distribusi batubara terganggu, maka yang terdampak bukan hanya sektor industri, tetapi langsung menyentuh kehidupan masyarakat,” kata Pengamat kebijakan publik dari Universitas Bung Karno Cecep Handoko di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Ia juga menegaskan batubara merupakan sumber utama bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia. Gangguan distribusi batu bara akan berdampak langsung pada pasokan listrik nasional.
“Jika pasokan batu bara tersendat, maka ketersediaan listrik akan terganggu. Dalam kondisi ekonomi yang saat ini belum sepenuhnya stabil, gangguan listrik justru akan semakin menyulitkan masyarakat, baik rumah tangga maupun pelaku usaha,” ujar pria yang akrab disapa Ceko ini.
Kebijakan Pemprov Sumsel memang terlihat responsif terhadap keluhan publik di tingkat lokal, seperti kemacetan dan kerusakan jalan. Namun, jika dilihat secara lebih luas, kebijakan ini justru berpotensi menciptakan persoalan baru yang lebih besar. Baca juga: Blokade Selat Hormuz Sandera Pasokan Energi Global, Negara-negara Asia Kembali ke Batu Bara
“Langkah ini terkesan ingin meraih simpati publik secara cepat, tetapi mengabaikan dampak strategisnya. Ketika distribusi batubara terganggu, maka yang terdampak bukan hanya sektor industri, tetapi langsung menyentuh kehidupan masyarakat,” kata Pengamat kebijakan publik dari Universitas Bung Karno Cecep Handoko di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Ia juga menegaskan batubara merupakan sumber utama bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia. Gangguan distribusi batu bara akan berdampak langsung pada pasokan listrik nasional.
“Jika pasokan batu bara tersendat, maka ketersediaan listrik akan terganggu. Dalam kondisi ekonomi yang saat ini belum sepenuhnya stabil, gangguan listrik justru akan semakin menyulitkan masyarakat, baik rumah tangga maupun pelaku usaha,” ujar pria yang akrab disapa Ceko ini.
Lihat Juga :