Gajah Mada dan Pasukan Elite Bhayangkara, Selamatkan Raja Majapahit dari Pemberontakan
Selasa, 01 Juli 2025 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Jumlah itu merupakan kelipatan dua dari delapan. Pada ajaran Hindu diperoleh konsep Astadikpalaka atau Asta-Lokapala atau delapan dewa penjaga mata angin. Jumlah pasukan Bhayangkara yang mengawal Jayanagara sebenarnya disesuaikan dengan jumlah Astadikpalaka dan Raja Jayanagara berada di tengahnya, sebagai tokoh yang harus diabadikan, adalah ikon dari Mahameru dan dewata tertinggi yang tinggal di puncaknya.
Dari kitab Pararaton, diperoleh keterangan Raja Jayanagara dan pengiringnya cukup lama tinggal di tempat pengungsian di rumah ketua Desa Badander. Selain prajurit Bhayangkara, saat mengungsi diiringi oleh kaum pengalasan atau para pelayan raja.
Demi menjaga keamanan Jayanagara, Gajah Mada melarang seorang pengalasan yang akan meminta kembali ke Majapahit. Alasannya cukup jelas dicatat dalam kitab Pararaton bahwa Gajah Mada khawatir pengalasan membocorkan rahasia keberadaan raja ke pihak Ra Kuti.
Dari kitab Pararaton, diperoleh keterangan Raja Jayanagara dan pengiringnya cukup lama tinggal di tempat pengungsian di rumah ketua Desa Badander. Selain prajurit Bhayangkara, saat mengungsi diiringi oleh kaum pengalasan atau para pelayan raja.
Demi menjaga keamanan Jayanagara, Gajah Mada melarang seorang pengalasan yang akan meminta kembali ke Majapahit. Alasannya cukup jelas dicatat dalam kitab Pararaton bahwa Gajah Mada khawatir pengalasan membocorkan rahasia keberadaan raja ke pihak Ra Kuti.
(cip)
Lihat Juga :