Gajah Mada dan Pasukan Elite Bhayangkara, Selamatkan Raja Majapahit dari Pemberontakan
Selasa, 01 Juli 2025 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Dari sinilah awal mula nama Gajah Mada muncul dalam peristiwa pemberontakan Ra Kuti dan berperan sebagai kepala pasukan Bhayangkara yang sedang bertugas pada malam itu. Saat itu penduduk Majapahit semuanya tidur dengan nyenyak, Gajah Mada memimpin pasukan Bhayangkara menjaga raja dalam pelarian hingga Desa Badander.
Baca juga: Daftar Lengkap 79 Perwira Ditunjuk Jadi Kapolres pada Mutasi Juni 2025
Dikisahkan dari Serat Pararaton, "Sah ring wengi tan ananing wruh, anghing wong Bhayangkara angiring, sakehe kang katuju akemit duk abhatara lungha, hana wong lima welas. Sira Gajah Mada ambekel ing Bhayangkara samangka, katuju kemitane, sangkane angiring bhatara duk nimba"
Di mana artinya, Ia pergi pada waktu malam, tak ada orang yang tahu, hanya orang-orang Bhayangkara mengawalnya, semua yang kebetulan mendapat giliran menjaga pada waktu raja pergi itu, banyaknya 15 orang, pada waktu itu Gajah Mada menjadi Kepala Bhayangkara dan kebetulan juga sedang menerima giliran menjaga, itulah sebabnya ia mengawal raja pada waktu pergi dengan menyamar itu.
Sejarawan Agus Aris Munandar menyebut, perihal jumlah pasukan Bhayangkara yang menjadi pengawal raja pada malam saat raja menuju ke Badander yang hanya berjumlah 15 orang itu. Jika ditambahkan dengan Gajah, maka jumlahnya menjadi 16 orang.
Baca juga: Daftar Lengkap 79 Perwira Ditunjuk Jadi Kapolres pada Mutasi Juni 2025
Dikisahkan dari Serat Pararaton, "Sah ring wengi tan ananing wruh, anghing wong Bhayangkara angiring, sakehe kang katuju akemit duk abhatara lungha, hana wong lima welas. Sira Gajah Mada ambekel ing Bhayangkara samangka, katuju kemitane, sangkane angiring bhatara duk nimba"
Di mana artinya, Ia pergi pada waktu malam, tak ada orang yang tahu, hanya orang-orang Bhayangkara mengawalnya, semua yang kebetulan mendapat giliran menjaga pada waktu raja pergi itu, banyaknya 15 orang, pada waktu itu Gajah Mada menjadi Kepala Bhayangkara dan kebetulan juga sedang menerima giliran menjaga, itulah sebabnya ia mengawal raja pada waktu pergi dengan menyamar itu.
Sejarawan Agus Aris Munandar menyebut, perihal jumlah pasukan Bhayangkara yang menjadi pengawal raja pada malam saat raja menuju ke Badander yang hanya berjumlah 15 orang itu. Jika ditambahkan dengan Gajah, maka jumlahnya menjadi 16 orang.
Lihat Juga :