Misi Rahasia Sultan Amangkurat I, Kirim Pasukan Intelijen Laut Jelang Serbu Banten!
Jum'at, 23 Mei 2025 - 06:27 WIB
loading...
A
A
A
Pada 13 Oktober 1657, gabungan armada Juwana dan Jepara bergerak serempak untuk membersihkan jalur pelayaran menuju Banten. Total sekitar 50 kapal tempur utama dikerahkan, didukung oleh unit-unit tambahan dari Tegal, Pati, dan Semarang.
Setiap kapal membawa 40–60 awak, bersenjata senapan, tombak, serta alat perang lain seperti prinsentukjes dan bassen.
Tak hanya pasukan, sebagian kapal difungsikan sebagai pengangkut 1.000 ekor kuda, menandakan kesiapan untuk serangan darat besar-besaran.
Persiapan besar-besaran Kesultanan Mataram menunjukkan betapa seriusnya Sultan Amangkurat I menghadapi ancaman dari Banten. Dari pengerahan intelijen laut, penyisiran pantai, hingga mobilisasi armada dan logistik perang, semua dilakukan untuk satu tujuan: menggempur Banten dan mempertahankan hegemoni Mataram di Jawa.
Langkah ini menjadi bagian penting dari sejarah konflik Nusantara, yang menggambarkan dinamika kekuasaan, taktik militer, dan peran intelijen di era kerajaan-kerajaan besar Indonesia.
Setiap kapal membawa 40–60 awak, bersenjata senapan, tombak, serta alat perang lain seperti prinsentukjes dan bassen.
Tak hanya pasukan, sebagian kapal difungsikan sebagai pengangkut 1.000 ekor kuda, menandakan kesiapan untuk serangan darat besar-besaran.
Pimpinan Operasi Abadsara dan Wangsamarta
Panglima dalam operasi ini adalah tokoh-tokoh penting seperti Kentol-Kentol Abadsara (atau Ampatsara)- saudara Ngabei Martanata, serta Wangsamarta, yang memimpin dengan strategi militer tingkat tinggi.Persiapan besar-besaran Kesultanan Mataram menunjukkan betapa seriusnya Sultan Amangkurat I menghadapi ancaman dari Banten. Dari pengerahan intelijen laut, penyisiran pantai, hingga mobilisasi armada dan logistik perang, semua dilakukan untuk satu tujuan: menggempur Banten dan mempertahankan hegemoni Mataram di Jawa.
Langkah ini menjadi bagian penting dari sejarah konflik Nusantara, yang menggambarkan dinamika kekuasaan, taktik militer, dan peran intelijen di era kerajaan-kerajaan besar Indonesia.
(shf)
Lihat Juga :