Misi Rahasia Sultan Amangkurat I, Kirim Pasukan Intelijen Laut Jelang Serbu Banten!
Jum'at, 23 Mei 2025 - 06:27 WIB
loading...
A
A
A
Perintahnya jelas, berlayar ke arah barat, menyisir pesisir pantai, dan usir semua orang Banten. Bila ada perlawanan, mereka diperintahkan untuk membunuh atau memotong hidung dan telinga musuh, kemudian mengirimkannya sebagai bukti ke Mataram.
Mengutip H.J. De Graaf dalam bukunya Disintegrasi Mataram: Dibawah Mangkurat I, operasi ini meluas ke sepanjang pantai utara Jawa hingga mencapai wilayah Karawang.
Baca juga: Kisah Asmara Jenderal Andika Perkasa dengan Putri Legenda Intelijen Kopassus
Di sinilah tahap kedua operasi dimulai. Sultan Mataram memerintahkan empat penguasa pantai untuk menyelidiki keberadaan kapal Banten di sekitar Sungai Craoan.
Dengan masing-masing membawa enam kapal bersenjata lengkap, mereka diberi mandat untuk mengusir kapal Banten bila ditemukan.
Namun, karena lokasi operasi dekat wilayah yang diawasi VOC (Kompeni Belanda), izin resmi pun diminta lebih dulu agar tidak terjadi konflik.
Sebanyak 70 kapal layar disiapkan di Jepara, masing-masing dilengkapi 40–50 awak bersenjata, dan dipimpin oleh tiga tokoh militer utama.
Pembersihan Wilayah Pesisir Menuju Karawang
Mengutip H.J. De Graaf dalam bukunya Disintegrasi Mataram: Dibawah Mangkurat I, operasi ini meluas ke sepanjang pantai utara Jawa hingga mencapai wilayah Karawang.
Baca juga: Kisah Asmara Jenderal Andika Perkasa dengan Putri Legenda Intelijen Kopassus
Di sinilah tahap kedua operasi dimulai. Sultan Mataram memerintahkan empat penguasa pantai untuk menyelidiki keberadaan kapal Banten di sekitar Sungai Craoan.
Dengan masing-masing membawa enam kapal bersenjata lengkap, mereka diberi mandat untuk mengusir kapal Banten bila ditemukan.
Namun, karena lokasi operasi dekat wilayah yang diawasi VOC (Kompeni Belanda), izin resmi pun diminta lebih dulu agar tidak terjadi konflik.
Armada Laut Mataram Siap Bergerak
Sebagai bagian dari persiapan besar menuju perang, armada laut Mataram mulai dikonsolidasikan. Pelabuhan Juwana dan Jepara menjadi pusat logistik dan armada.Sebanyak 70 kapal layar disiapkan di Jepara, masing-masing dilengkapi 40–50 awak bersenjata, dan dipimpin oleh tiga tokoh militer utama.
Lihat Juga :