Rumah Aspirasi dan OJK Dukung Pengembangan Perkebunan Perkotaan
Minggu, 06 September 2020 - 08:55 WIB
loading...
A
A
A
Melalui transformasi ekonomi ini diharapkan pembangunan ekonomi Surabaya juga memiliki basis ekonomi pengelolaan sumber daya alam terbarukan. Tentunya dengan menitik beratkan pada upaya peningkatan nilai tambah melalui pengembangan perkebunan.
Ade menyebut, perkebunan memainkan peran yang sangat penting, mengingat perkebunan dan komoditas lainnya menjadi komoditas unggulan penting.
"Potensi perkebunan perkotaan menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan di Surabaya dan terus didorong oleh Rumah Aspirasi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," katanya saat sosialisasi mengenai restrukturisasi kredit untuk para pekerja sektor informal yang dihelat Yayasan Insan Kurnia Peduli bersama OJK, Sabtu (05/9).
Sosialisasi bertajuk kebijakan restrukturisasi kredit bagi pekerja sektor informal pada masa pandemi COVID-19 ini diikuti oleh para petani dan pedagang hasil pertanian Balasklumprik Kecamatan Wiyung Surabaya. Mereka merupakan salah satu kelompok pelaku UMKM yang terdampak pandemi COVID-19. Dimana hasil penjualan hasil panen berupa buah-buahan, sayuran dan sejenisnya mengalami penurunan cukup signifikan.
Ade berharap, setelah memahami mekanisme untuk mengajukan keringanan kredit kepada bank atau leasing, para pelaku UMKM yang fokus pada sektor pertanian ini bisa memanfaatkan kebijakan pemerintah melalui OJK , supaya kembali bangkit ditengah terpuruknya ekonomi saat ini.
"Kami sampaikan kepada mereka, barangkali ada diantara mereka yang mengalami kesulitan mengangsur kredit, bisa mempelajari bagaimana mekanisme untuk mengajukan keringanan kredit kepada bank atau leasing," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia menjelaskan, bahwa kebijakan restrukturisasi kredit bagi pekerja sektor informal itu untuk memberikan stimulus bagi pekerja informal termasuk pelaku UMKM supaya tetap bisa bertahan dalam menghadapi krisis berkepanjangan.
Ade menyebut, perkebunan memainkan peran yang sangat penting, mengingat perkebunan dan komoditas lainnya menjadi komoditas unggulan penting.
"Potensi perkebunan perkotaan menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan di Surabaya dan terus didorong oleh Rumah Aspirasi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," katanya saat sosialisasi mengenai restrukturisasi kredit untuk para pekerja sektor informal yang dihelat Yayasan Insan Kurnia Peduli bersama OJK, Sabtu (05/9).
Sosialisasi bertajuk kebijakan restrukturisasi kredit bagi pekerja sektor informal pada masa pandemi COVID-19 ini diikuti oleh para petani dan pedagang hasil pertanian Balasklumprik Kecamatan Wiyung Surabaya. Mereka merupakan salah satu kelompok pelaku UMKM yang terdampak pandemi COVID-19. Dimana hasil penjualan hasil panen berupa buah-buahan, sayuran dan sejenisnya mengalami penurunan cukup signifikan.
Ade berharap, setelah memahami mekanisme untuk mengajukan keringanan kredit kepada bank atau leasing, para pelaku UMKM yang fokus pada sektor pertanian ini bisa memanfaatkan kebijakan pemerintah melalui OJK , supaya kembali bangkit ditengah terpuruknya ekonomi saat ini.
"Kami sampaikan kepada mereka, barangkali ada diantara mereka yang mengalami kesulitan mengangsur kredit, bisa mempelajari bagaimana mekanisme untuk mengajukan keringanan kredit kepada bank atau leasing," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia menjelaskan, bahwa kebijakan restrukturisasi kredit bagi pekerja sektor informal itu untuk memberikan stimulus bagi pekerja informal termasuk pelaku UMKM supaya tetap bisa bertahan dalam menghadapi krisis berkepanjangan.
Lihat Juga :