Dari 393 Guru Positif COVID-19, Tinggal 4 Orang Masih Dirawat
Kamis, 03 September 2020 - 19:44 WIB
loading...
Para guru melakukan tes swab untuk mendeteksi peularan COVID-19 di dunia pendidikan. Foto/Dok. SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Upaya pemutusan penyebaran COVID-19 di dunia pendidikan mulai membuahkan hasil. Dari 393 guru tingkat SD dan SMP yang terkonfirmasi COVID-19 , kini tinggal empat orang yang masih dirawat.
(Baca juga: Percaya Diri, Gibran-Teguh Pasang Target Suara 80 Persen )
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita menuturkan, sampai sore ini data kumulatif guru yang telah diswab sebanyak 4.460 orang. Dari jumlah tersebut, hasil yang sudah keluar berjumlah 3.686 orang. Rinciannya yakni pasien terkonfirmasi ada 394 orang dan negatif berjumlah 3.280 orang.
"Para guru yang terkonfirmasi hanya tinggal empat orang saja. Mereka dari Kecamatan Wonocolo. Saat ini karantinanya di Hotel Asrama Haji," kata Feny, panggilan akrabnya, Kamis (3/9/2020). (Baca juga: Polisi Tewas Ditikam, Polres Empat Lawang Siaga Aksi Balas Dendam )
Ia melanjutkan, pasien-pasien yang terpapar tersebut sebagian besar statusnya sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) dan tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Sehingga ia memastikan proses kesembuhan mereka bisa berlangsung lebih cepat.
"Treatmennya tidak ada bedanya dengan pasien yang lain. Bahkan hingga hari ini kami terus melakukan tes swab kepada para guru-guru," ungkapnya. (Baca juga: Percaya Diri, Gibran-Teguh Pasang Target Suara 80 Persen )
Ia menambahkan, salah satu strategi agar pasien yang terpapar dapat lekas pulih, yakni dengan cara masif melakukan deteksi dini. Dari situlah saat diketahui hasilnya kemudian Dinkes langsung bergerak cepat untuk melakukan penanganan.
(Baca juga: Percaya Diri, Gibran-Teguh Pasang Target Suara 80 Persen )
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita menuturkan, sampai sore ini data kumulatif guru yang telah diswab sebanyak 4.460 orang. Dari jumlah tersebut, hasil yang sudah keluar berjumlah 3.686 orang. Rinciannya yakni pasien terkonfirmasi ada 394 orang dan negatif berjumlah 3.280 orang.
"Para guru yang terkonfirmasi hanya tinggal empat orang saja. Mereka dari Kecamatan Wonocolo. Saat ini karantinanya di Hotel Asrama Haji," kata Feny, panggilan akrabnya, Kamis (3/9/2020). (Baca juga: Polisi Tewas Ditikam, Polres Empat Lawang Siaga Aksi Balas Dendam )
Ia melanjutkan, pasien-pasien yang terpapar tersebut sebagian besar statusnya sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) dan tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Sehingga ia memastikan proses kesembuhan mereka bisa berlangsung lebih cepat.
"Treatmennya tidak ada bedanya dengan pasien yang lain. Bahkan hingga hari ini kami terus melakukan tes swab kepada para guru-guru," ungkapnya. (Baca juga: Percaya Diri, Gibran-Teguh Pasang Target Suara 80 Persen )
Ia menambahkan, salah satu strategi agar pasien yang terpapar dapat lekas pulih, yakni dengan cara masif melakukan deteksi dini. Dari situlah saat diketahui hasilnya kemudian Dinkes langsung bergerak cepat untuk melakukan penanganan.
Lihat Juga :