Kehidupan Usai Covid-19 Tak Akan Sama dengan Sebelumnya
Minggu, 03 Mei 2020 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Coull meramalkan bahwa hidup tidak akan kembali ke masa-masa sebelum pandemi, mungkin untuk waktu yang lama. Dia menyebut, bangunan kantor perlu disesuaikan dan masker perlu dipakai di depan umum dalam jangka panjang
Peringatan Coull menambah daftar para ahli yang semakin berhati-hati terhadap pelonggaran pembatasan Covid-19 terlalu cepat.
Anthony Fauci, seorang dokter Amerika Serikat (AS) dan ahli imunologi yang telah menjabat sebagai direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular sejak tahun 1984, mengatakan bahwa bahkan jika Covid-19 mereda dalam beberapa minggu mendatang, virus itu tidak akan hilang.
Robert Redfield, Direktur Pusat Pengandailian Penyakit AS, juga memperingatkan tentang "double whammy" epidemi flu dan epidemi Covid-19 pada saat yang sama pada musim dingin ini.
Amesh Adalja dari John Hopkins University juga telah memperingatkan agar praktek jarak sosial terus dipertahankan meski pandemi mereda. "Begitu Anda mulai bersantai dengan jarak sosial, Anda akan mendapatkan lebih banyak kasus. Pertanyaannya adalah, apakah kasus-kasus itu terlalu banyak untuk ditangani oleh sistem," ucapnya.
Peringatan Coull menambah daftar para ahli yang semakin berhati-hati terhadap pelonggaran pembatasan Covid-19 terlalu cepat.
Anthony Fauci, seorang dokter Amerika Serikat (AS) dan ahli imunologi yang telah menjabat sebagai direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular sejak tahun 1984, mengatakan bahwa bahkan jika Covid-19 mereda dalam beberapa minggu mendatang, virus itu tidak akan hilang.
Robert Redfield, Direktur Pusat Pengandailian Penyakit AS, juga memperingatkan tentang "double whammy" epidemi flu dan epidemi Covid-19 pada saat yang sama pada musim dingin ini.
Amesh Adalja dari John Hopkins University juga telah memperingatkan agar praktek jarak sosial terus dipertahankan meski pandemi mereda. "Begitu Anda mulai bersantai dengan jarak sosial, Anda akan mendapatkan lebih banyak kasus. Pertanyaannya adalah, apakah kasus-kasus itu terlalu banyak untuk ditangani oleh sistem," ucapnya.
Lihat Juga :