Langkah Ridwan Kamil Geser Anggaran Infrastruktur untuk COVID-19 Dinilai Cerdas
Rabu, 07 Juli 2021 - 11:38 WIB
loading...
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengambil langkah menggeser anggaran infrastruktur Rp140 miliar untuk penanganan situasi darurat COVID-19. Foto/Humas Pemprov Jabar
A
A
A
BANDUNG - Langkah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang menggeser alokasi anggaran 11 proyek infrastruktur untuk pembelian obat dan suplemen gratis bagi pasien isolasi mandiri menuai apresiasi karena berani mengorbankan anggaran untuk sesuatu yang lebih darurat.
Ekonom Senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Ina Primiana mengatakan, di tengah pandemi COVID-19 yang telah berlangsung di Indonesia sejak 1,5 tahun terakhir, muncul gelombang kedua penyebaran COVID-19 di luar dugaan banyak pihak.
Menurutnya, saat gelombang pertama, anggaran daerah banyak mengalami refocusing untuk menangani dampak pandemi. Adapun gelombang kedua yang terjadi saat ini, kondisi anggaran belum sepenuhnya baik.
Baca : PPKM Darurat Baru Terasa 17 Persen, Ridwan Kamil: Belum Memuaskan
"Saat ini, ada kekurangan oksigen dan penderita tambah banyak tapi perlu bantuan obat, jadi (anggaran infrastruktur dialihkan) itu satu keputusan yang sangat baik," ungkap Ina, Rabu (7/7/2021).
Oleh karenanya, Ina menilai langkah Ridwan Kamil yang menggeser anggaran infrastruktur untuk penanganan COVID-19 sebagai kebijakan yang cerdas. Menurutnya, Ridwan Kamil bisa berpikir cepat, sehingga bisa memilah prioritas dan tingkat kepentingan di masa darurat COVID-19 saat ini.
Terlebih, kata Ina, pemerintah daerah tidak mungkin lagi meminta bantuan anggaran dari pemerintah pusat. Kebijakan ini menurutnya potret kemampuan pemimpin daerah yang mampu melihat urgensi dari situasi yang terjadi dan anggaran yang tersedia.
"Beliau berpikir, masih ada dana bisa dialihkan, nanti untuk infrastruktur bisa dicari kembali, kalau engga ini (urusannya) nyawa Rakyat Jawa Barat," tegasnya.
Ekonom Senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Ina Primiana mengatakan, di tengah pandemi COVID-19 yang telah berlangsung di Indonesia sejak 1,5 tahun terakhir, muncul gelombang kedua penyebaran COVID-19 di luar dugaan banyak pihak.
Menurutnya, saat gelombang pertama, anggaran daerah banyak mengalami refocusing untuk menangani dampak pandemi. Adapun gelombang kedua yang terjadi saat ini, kondisi anggaran belum sepenuhnya baik.
Baca : PPKM Darurat Baru Terasa 17 Persen, Ridwan Kamil: Belum Memuaskan
"Saat ini, ada kekurangan oksigen dan penderita tambah banyak tapi perlu bantuan obat, jadi (anggaran infrastruktur dialihkan) itu satu keputusan yang sangat baik," ungkap Ina, Rabu (7/7/2021).
Oleh karenanya, Ina menilai langkah Ridwan Kamil yang menggeser anggaran infrastruktur untuk penanganan COVID-19 sebagai kebijakan yang cerdas. Menurutnya, Ridwan Kamil bisa berpikir cepat, sehingga bisa memilah prioritas dan tingkat kepentingan di masa darurat COVID-19 saat ini.
Terlebih, kata Ina, pemerintah daerah tidak mungkin lagi meminta bantuan anggaran dari pemerintah pusat. Kebijakan ini menurutnya potret kemampuan pemimpin daerah yang mampu melihat urgensi dari situasi yang terjadi dan anggaran yang tersedia.
"Beliau berpikir, masih ada dana bisa dialihkan, nanti untuk infrastruktur bisa dicari kembali, kalau engga ini (urusannya) nyawa Rakyat Jawa Barat," tegasnya.
Lihat Juga :