Perangi Pandemi Covid-19, Ketaatan Protokol Kesehatan Jadi Kunci
Minggu, 03 Mei 2020 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
“Contoh misalnya untuk provinsi Jawa Timur banyak sekali masyarakat yang dengan sukarela dengan kesadaran sendiri membantu saudaranya, membantu masyarakatnya, membantu pemerintah. Dan ini juga menjadi sangat aktual bila kalangan muda juga mampu mengimplemantasikan dalam kondisi kekinian,” tegasnya.
Direktur Pencegahan BNPT, Brigjend Pol Hamdi menyatakan, di tengah pandemi yang terjadi di dunia kali ini, semua pihak harus berkerja bersama-sama dan bersatu untuk menanggulangi agar bisa segera selesai.
Secara khusus Hamdi mereview kondisi seperti ini tidak pertama kali terjadi. “Peristiwa serupa telah terjadi pada abad ke-7 saja sudah pernah ada wabah amwas, terjadi antara tahun 600-639, di dunia sekitar tahun 1347 - 1357 ada juga yang dikenal namanya wabah hitam. Dan pada 1918 - 1919 ada flu Spanyol dengan korban 50 juta. Saat ini kita sedang diuji dengan Covid-19,” kata Hamdi.
Lebih jauh Hamdi menekankan kondisi seperti ini jangan menjadi sebuah keterbatasan dan tidak boleh terus berdiam diri, ada banyak hal yang memberikan inspirasi bahkan ketika terjadi wabah seperti ini.
“Contohnya sastrawan terkemuka William Shakespeare yang ketika terjadi wabah mampu membuat karya yang menjadi mahakarya puisi di dunia. Sama halnya juga fisikawan terkemuka Sir Issac Newtown, Giovani Hukasio dan Edward Mulk menghasilkan karya luar biasa ketika wabah-wabah itu terjadi. Artinya ditengah kesulitan bila serius bisa menghasilkan karya luar biasa,” ujarnya.
Hamli menegaskan keberadaan sejarah para penemu itu seharusnya menjadi motivator bagi kalangan muda, mahasiswa dan generasi milenial untuk tetap berkarya dan produktif menghasilkan temuan-temuan baru demi bangsa dan negara, tanpa melupakan tugas dan tanggung jawab.
Direktur Pencegahan BNPT, Brigjend Pol Hamdi menyatakan, di tengah pandemi yang terjadi di dunia kali ini, semua pihak harus berkerja bersama-sama dan bersatu untuk menanggulangi agar bisa segera selesai.
Secara khusus Hamdi mereview kondisi seperti ini tidak pertama kali terjadi. “Peristiwa serupa telah terjadi pada abad ke-7 saja sudah pernah ada wabah amwas, terjadi antara tahun 600-639, di dunia sekitar tahun 1347 - 1357 ada juga yang dikenal namanya wabah hitam. Dan pada 1918 - 1919 ada flu Spanyol dengan korban 50 juta. Saat ini kita sedang diuji dengan Covid-19,” kata Hamdi.
Lebih jauh Hamdi menekankan kondisi seperti ini jangan menjadi sebuah keterbatasan dan tidak boleh terus berdiam diri, ada banyak hal yang memberikan inspirasi bahkan ketika terjadi wabah seperti ini.
“Contohnya sastrawan terkemuka William Shakespeare yang ketika terjadi wabah mampu membuat karya yang menjadi mahakarya puisi di dunia. Sama halnya juga fisikawan terkemuka Sir Issac Newtown, Giovani Hukasio dan Edward Mulk menghasilkan karya luar biasa ketika wabah-wabah itu terjadi. Artinya ditengah kesulitan bila serius bisa menghasilkan karya luar biasa,” ujarnya.
Hamli menegaskan keberadaan sejarah para penemu itu seharusnya menjadi motivator bagi kalangan muda, mahasiswa dan generasi milenial untuk tetap berkarya dan produktif menghasilkan temuan-temuan baru demi bangsa dan negara, tanpa melupakan tugas dan tanggung jawab.
Lihat Juga :