Kisah Kolam Segaran di Trowulan, Tempat Warga Majapahit Berwisata
Senin, 27 Januari 2025 - 06:16 WIB
loading...
A
A
A
Semula kolam tersebut tertutupi tanah, setelah dilakukan penggalian baru dapat ditampakkan keberadaannya. Berdasarkan temuan saluran masuk dan keluar dari kolam tersebut, diduga bahwa Kolam Segaran dahulu berfungsi sebagai waduk atau penampungan air.
Baca juga: Kisah Tragis Ronggolawe, Kesetiaan Bela Raja Majapahit Berujung Kematian dengan Cap Pemberontak
Nama Segaran untuk kolam buatan di situs Trowulan tersebut bukan nama asli yang diberikan secara turun-temurun oleh penduduk lokal, melainkan dijuluki oleh penduduk Trowulan. Diperkirakan nama Segaran diberikan ketika kolam itu dibersihkan dan ditampakkan kembali oleh Maclaine Pont pada tahun 1926.
Ketika penduduk Trowulan pada awal abad ke- 20 menyaksikan kolam luas berair mirip laut, mereka memberikannya nama Segaran. Dengan demikian diduga bahwa kolam tersebut memiliki nama asli semasa era Majapahit.
Mengacu kepada Serat Kandha yang digubah pada awal abad ke- 16 memberitakan bahwa nama asli Trowulan adalah Citra Wulan.
Citra dalam bahasa Jawa Kuno berarti "berwarna cemerlang". Maka, Citra Wulan diartikan sebagai "perwujudan yang cemerlang dari bulan". Apabila demikian kebenarannya, maka Trowulan mengacu pada arti "perwujudan atau bayangan yang cemerlang dari bulan".
Bila mengacu pada uraian di muka, maka bisa diperkirakan bahwa nama lama Kolam Segaran adalah Kolam Citra Wulan atau Kolam Trowulan.
Baca juga: Kisah Tragis Ronggolawe, Kesetiaan Bela Raja Majapahit Berujung Kematian dengan Cap Pemberontak
Nama Segaran untuk kolam buatan di situs Trowulan tersebut bukan nama asli yang diberikan secara turun-temurun oleh penduduk lokal, melainkan dijuluki oleh penduduk Trowulan. Diperkirakan nama Segaran diberikan ketika kolam itu dibersihkan dan ditampakkan kembali oleh Maclaine Pont pada tahun 1926.
Ketika penduduk Trowulan pada awal abad ke- 20 menyaksikan kolam luas berair mirip laut, mereka memberikannya nama Segaran. Dengan demikian diduga bahwa kolam tersebut memiliki nama asli semasa era Majapahit.
Mengacu kepada Serat Kandha yang digubah pada awal abad ke- 16 memberitakan bahwa nama asli Trowulan adalah Citra Wulan.
Citra dalam bahasa Jawa Kuno berarti "berwarna cemerlang". Maka, Citra Wulan diartikan sebagai "perwujudan yang cemerlang dari bulan". Apabila demikian kebenarannya, maka Trowulan mengacu pada arti "perwujudan atau bayangan yang cemerlang dari bulan".
Bila mengacu pada uraian di muka, maka bisa diperkirakan bahwa nama lama Kolam Segaran adalah Kolam Citra Wulan atau Kolam Trowulan.
Lihat Juga :