Tingkatkan Kualitas Kopi, Petani Dampingan API Gelar Klinik Kopi

Rabu, 02 September 2020 - 17:10 WIB
loading...
A A A
(Baca juga: Jenderal Idam Azis Mutasi Wakapolda Papua dan Papua Barat )

Selama ini kopi robusta dari wilayah Kecamatan Dampit, dikenal oleh para konsumen kopi nasional dan internasional dengan brand Java Dampit, yang mempunyai cita rasa kuat dan sangat disukai konsumen. Dengan luasan lahan kopi robusta rakyat 2.786 hektar, wilayah ini mampu menghasilkan produksi kopi sebanyak 1.912 ton/tahun, dengan rata-rata produktivitas 695 kg/tahun.

Tingkatkan Kualitas Kopi, Petani Dampingan API Gelar Klinik Kopi


Keadaan geografis wilayah perkebunan rakyat di wilayah Kecamatan Dampit, yang khas ini menurutnya memunculkan tantangan di bidang logistik, dan tantangan untuk mendukung teknologi yang lebih baik, serta pegembangkan kelembagaan ekonomi petani yang terorganisir dan fokus pada nilai rantai dan pemasaran bersama.

"Dengan luasan kebun kopi yang bervariasi dan semakin sempitnya lahan, menjadikan efektifitas produksi menjadi beragam dengan model yang berbeda-beda pula. Permasalahan yang sering dihadapi dalam mendapatkan kopi yang berkualitas adalah kesadaran dan kemampuan petani kopi yang berbeda-beda," tuturnya.

Mutu kopi pada dasarnya terkait dengan berbagai faktor yang menyatu pada sistem pertanian rakyat itu sendiri, seperti varietas kopi yang dibudidayakan, umur tanaman kopi dan faktor-faktor yang dapat dikendalikan seperti teknik budidaya, cara panen, pengelolaan paska panen dan penyimpanan.

(Baca juga: Hendak Ambil Motor, Pria Medan Labuhan Dibacok Puluhan Pemuda )

Dia mengatakan, sifat masalah yang dihadapi dalam upaya memperbaiki mutu kopi rakyat berbeda-beda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Diketahui bahwa untuk menghasilkan 1 kg kopi ose robusta di wilayah Desa Baturetno, Desa Srimulyo, dan Desa Sukodono, dibutuhkan 4,7 kg biji kopi glondong merah. Jika melihat aspek finansial, hasil yang didapat dari menjual biji kopi glondong merah akan lebih besar dari pada menjual hasil menjual biji olah asalan.

"Klinik kopi dan pertemuan multipihak ini, bertujuan mengembangkan platform bersama dengan pemangku kepentingan seperti pemerintah selaku pengambil kebijakan, dan kedai kopi sebagai pengolah, serta konsumen yang memberikan masukan kepada petani untuk perbaikan dari budidaya dan pengelolaan paska panen," ungkapnya.

Kegiatan ini juga menjadi forum untuk pengembangan platform antara petani kopi , roastery, konsumen dalam bentuk tim uji cita rasa kopi , sebagai pembelajaran bersama untuk memperbaiki ketelusuran dan keterlacakan mutu kopi.

(Baca juga: Babi Viral di Muratara Kini Makan Nasi dan Minum Susu )

Kepala BPP Kecamatan Dampit, Jajang Selamet mengatakan, bahwa kondisi sosial ekonomi petani seperti kebutuhan yang mendesak, jauhnya kebun kopi dari rumah petani, dan kekurangan tenaga kerja, memberikan perubahan kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan integrasi hulu dan hilir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Keselamatan Pekerja,...
Demi Keselamatan Pekerja, SPBUN Gelar Aksi Damai di Lereng Ijen
Perusakan Kebun Kopi...
Perusakan Kebun Kopi di Bondowoso Bikin Warga Kehilangan Nafkah
Kawasan Kebun Kopi Desa...
Kawasan Kebun Kopi Desa Bangelan Malang Bisa Jadi Herritage Dunia
Bertemu Ryan Wibawa,...
Bertemu Ryan Wibawa, Pj Gubernur Jabar Bangga Kopi Sukawangi Excelsa Sumedang Mendunia
Onwer Kopi Selangit...
Onwer Kopi Selangit Tewas Ditikam Maling
Momen Wamenparekraf...
Momen Wamenparekraf Angela Nyeruput Kopi Racikan Barista Surabaya
Dari Bangkok ke Shanghai,...
Dari Bangkok ke Shanghai, KAPPI Ingatkan Dunia: Di Setiap Sudut Indonesia, Kopinya Berbeda Cerita
Harga Bahan Baku Naik,...
Harga Bahan Baku Naik, CW Coffee Justru Luncurkan 4 Menu Baru Seri Tunjangan Produktif
Surabaya Jadi Kota Pertama...
Surabaya Jadi Kota Pertama Indonesia Coffee Expo 2026, Hadirkan Pengalaman Interaktif bagi Pengunjung
Rekomendasi
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Babak Pertama: Gol Ole...
Babak Pertama: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Ungguli Mozambik
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved